Connect with us

Sebenarnya Bagaimana Proses Melihat di Matamu?

Published

on

Sebenarnya Proses Apa yang Terjadi di Matamu? – Baik, sekarang buka matamu dan biarkan dunia masuk ke dalamnya! Mari ikuti aku menelusuri organ terkompleks kedua di tubuhmu setelah otak. Tapi perhatikan baik-baik! Karena sejatinya, proses ini nantinya terjadi dalam sekejap mata! Yups, benar sekali, sekejap mata, cepat sekali bukan?

Namun, dari proses sekejap mata itulah yang jika dihitung dengan stopwatch hanya berkisar beberada detik saja, namun hasilnya kamu bisa merasakan dan melihat indahnya dunia seisinya ini.

Yuk, langsung saja kita telusuri bagaimana proses yang terjadi di dalam mata kita.

Mari kita ikuti partikel debu yang mendarat di kornea matamu. Kornea merupakan sebuah kubah bagian terluar yang menutupi matamu. Kamu bahkan, jika mau, bisa merasakan bentuknya. Silakan tutup kelopak matamu, taruh jari telunjuk di atasnya dan jangan lupa cuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun/hand sanitizer, lalu gerakkan matamu ke kiri dan ke kanan. Kamu akan bisa merasakan adanya benjolan. Nah, itulah namanya kornea mata.

Pada kornea mata ini tidak ada pembuluh darah. Korneamu akan mendapatkan Oksigen langsung dari udara; dengan kata lain matamu bernafas. Perlu kamu ketahui juga, pada bagian kornea mata ini dipenuhi dengan ribuan syaraf yang sangat sensitif. Saat merasakan benda asing masuk ke mata, otot-otot tercepat di tubuhmu akan mulai bergerak; matamu berkedip sehingga partikel di matamu tadi terhempas ke luar mata.

Mari kita coba perjalanan selanjutnya…

Baca juga: Jangan tidur dengan rambut dikuncir. Ini alasannya!

Cara Kerja Mata Manusia – Proses Melihat Mata

Satu-satunya cara termudah untuk menelusuri mata adalah dengan menggunakan cahaya. Begitulah cara penglihatanmu bekerja dan itu sebapnya kamu tidak akan bisa melihat dalam gelap. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui objek yang tidak bisa memancarkan cahaya?

Cahaya yang datang dari sumbernya baik itu berasal dari sinar matahari atau bohlam lampu yang mengenai objek akan sebagian diserap, dan sebagian lagi dipantulkan lalu masuk ke dalam mata kita. Cahaya pantullah yang terlihat di matamu. Kita akan membahas lebih lanjut, maka silakan nikmati secangkir kopi sembari membaca artikel ini.

Coba bayangkan, sekarang ruangan kamar tidurmu dalam kondisi masih terlalu gelap. Ada yang bisa menyalakan lampu, maka akan membuat lebih baik penglihatan matamu. Mari bergerak ke dalam mata, yang menangkap cahaya berkecapatan sangat luar biasa.

Teringat pelajara Fisika kala di SMA dulu. Bahwa kecepatan cahaya adalah 3 x 10^8 m/s. Itu artinya, untuk menempuh jarak sejauh 300.000.000 meter hanya memerlukan waktu sedetik saja.

Luar biasa cepat bukan? Adakah pesawat tempur terbaik dunia saat ini yang memiliki kecepatan secepat kecepatan cahaya? Saya kira tidak ada. Kalaupun ada, paling hanya melebihi kecepatan suara.

Cahaya tadi akan masuk melewati kornea. Seperti yang saya katakan tadi. Bentuk kornea akan menyerupai kubah untuk membantu memfokuskan cahaya ke tempat selanjutnya, yakni lensa mata. Namun, sebelum sampai ke sana kita akan melewati satu organ mata yang dinamakan pupil. Ini bukan sebuah lingkaran hitam di bola matamu, melainkan sebuah lubang.

Kenapa warna pupil hitam?

Warna pupil hitam karena memang tidak ada cahaya di dalam matamu. Sementara itu, warna merah yang muncul di matamu ketika kamu di foto kamera yang memantul dan melewati bagian belakang matamu.

warna merah yang muncul di matamu ketika kamu di foto

Di sana, penuh pembuluh darah. Jadi, pupil matamu akan berwarna merah. Tapi, ukuran pupil ini terlalu kecil. Otot-otot kecil yang terdapat di iris mata yaitu bagian berwarna di matamu yang kita semua ketahui dan kagumi telah mengecil. Pernah lihat kan orang bule bermata biru?

Iris akan melindungi matamu dari intensitas cahaya yang terlalu terang. Ketika kita berada pada ruangan yang bercahay minim, maka otot irispun akan berkontraksi. Pupil akan menjadi lebih besar karena mata akan lebih butuh banyak cahaya.

Akhirnya, kita sudah menembus pupil dan menembus lensa yang sedikit lebih besar dari kencing baju.

Bagian detil Lensa mata

Seperti telinga dan hidung, lensa mata akan terus tumbuh sepanjang hidup; dan sama seperti halnya kamera, lensa mata berfungsi memfokuskan cahaya agar lebih tajam. Dengan begitu, cahaya akan mengenai tepat pada posisi khusus yang dinamakan retina mata.

Retina berada pada bagian belakang mata.

Sepertinya manusia yang kita tumpangi rabun jauh, hehe.

Bagi mereka yang menderita penyakit cacat mata rabun jauh atau dikenal dengan sebutan Miopi, mereka akan merasa tidak jelas melihat di kejauhan. Lihatlah lensa di mana mereka memfokuskan cahaya di satu titik, bukan di retina mata sesuai tempat yang semestinya, melainkan berada sedikit di depan retina. Hal ini akan terjadi ketika matamu agak terlalu panjang.


Jika kamu rabun dekat, maka terjadi sebaliknya dengan miopi.

Titik jatuh bayangan yang seharusnya berada di dalam retina malah berada jauh di belakang retina mata, berkebalikan dengan cacar mata rabun jauh tadi. Hal ini terjadi saat bola matamu pada kondisi terlalu pendek terhadap benda. Namun kamu jangan khawatir, rabun jauh atau dekat bisa ditangani dengan adanya kaca mata, hehe. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah gambaran keduanya:

Penderita rabuh jauh - miopi
Penderita rabuh jauh – miopi
Penderita rabuh dekat
Penderita rabuh dekat

Fakta lain Seputar Cara Proses Melihat Mata Manusia

Kita sebenarnya hanya melihat seper enam matamu ketika bercermin. Sisanya, ada di dalam kepalamu. Ukuran bola mata kita yakni lebih kecil sebesar bola pingpong. Dan di dalam organ yang tampaknya kecil ini ada dua jutaan bagian yang bekerja.

Saat kita mengarahkan mata kita ke kanan atau ke kiri, sejatinya kita sedang mencari sesuatu. Matamu bisa bergerak karena adanya enam otot yang menahannya di rongga mata. Saat satu sisinya berkontraksi, pandanganmu akan berubah arah, ke atas, ke bawah, ke kiri, ke kanan; ke semua arah.

Mari kita lanjutkan menuju arah cahaya sesuai dengan cerita ilustrasi di awal tadi…

Katakanlah, kamu saat ini sedang melihat apel merah yang tergelata di atas meja biru, serta ada bola lampu kuning yang tergantung di atasnya. Jika kamu bisa melihat gambar tersebut, maka sejatinya bayangan yang terbentuk sejatinya terbalik lo. Hal ini terjadi karena lensa melaksanakan sifat fisikanya, yakni membelokkan cahaya.

Pembentukan bayangan pada mata
Pembentukan bayangan pada mata

Namun, kamu mesti tidak bisa melihat kenampakan bayangan terbalik tersebut di dalam retina bukan, hehe. Alasannya sederhana, karena mata kita bukanlah sebuah proyektor. Gambar bayangan tersebut cuma berupa cahaya yang mengenai beberapa jaringan pada mata yang terdapat di dinding di belakang bola mata. Di tempat tersebut ada syaraf dan sensor khusus yang bekerja. Keduanya akan mengubah cahaya yang masuk ke mata menjadi impuls syaraf yang kemudian diterjemahkan dan dinalari oleh otak.

Proses diubahnya bayangan menjadi impul syarat ke otak
Proses diubahnya bayangan menjadi impul syarat ke otak

Jadi, perjalanan penelusuran cahaya tadi belum selesai alias masih berlanjut, yakni ke bagian yang bernama reseptor. Reseptor pada mata manusia ini bisa berupa kerucut atau batang. Masih ingat kan pelajaran biologi saat membicarakan keunikan mata burung elang?

Fakta uniknya, bahwa sel kerucut yang terdapat pada reseptor mata kita ini akan bisa membedakan/mendeteksi sampai 7 juta warna.

Wow, hebat sekali…

Namun, ada satu hal lain yang sangat mengejutkan. Sel kerucut pada reseptor mata kita ini hanya terdiri dari 3 jenis, yakni:

  1. Merah
  2. Hijau
  3. dan Biru

Kombinasi ketiga warna inilah yang memungkinkanmu melihat magenta, chartreuse, dan cyan. Kondisi normal ini tidak berlaku bagi mereka yang buta warna.

Lalu bagaimana dengan seseorang yang menderita buta warna?

Bisa jadi, seseorang yang mengalami buta warna telah kehilangan salah satu dari ketiga warna tadi; atau reseptor sel kerucut tadi tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Jadi, orang yang buta warna (tidak bisa membedakan warna) sejatinya tidak bisa melihat sama sekali warna tertentu atau warna objek yang dilihat agak samar. Misalnya saja. Jika sel keucutnya yang sensitif terhadap warna hijau bermasalah, maka apabila kamu melihat warna hijau dan merah keduanya akan terlihat kecokelatan.

Selain sel kerucut, ada  juga sel batang. Tugas dari sel batang ini adalah menangkap warna hitam, putih dan lebih dari 500 rona abu-abu yang di antaranya. Rupanya, sejatinya ada lebih dari 50 rona abu-abu. Sel batang di matamu juga lebih banyak jika dibandingkan dengan sel kerucut dan sebagian besar bertanggungjawab atas penglihatan peripheralmu. Yaps, segala sesuatu yang di luar bidang penglihatan normalmu terlihat seperti TV hitam putih.

Sel batang juga membantumu melihat saat cahaya dalam kondidi redup (minim pencahayaan). Foto reseptor di matamu sangat sensitif. Mereka bahkan dapat memproyeksikan gambar yang sebenarnya tidak ada.

Apakah kamu pernah menatap cahaya terang kemudian memejamkan mata, atau mematikan lampu; namun kemudian kamu akan masih bisa meihat bentuk bola lampu yang melayang di depan matamu. Hal itu disebapkan karena foto reseptormu yang terus mengirimkan informasi visual ke otak.

Baca juga: Apa yang terjadi jika listrik mati setahun?

Lalu bagaimana cerita orang yang buta?

Sel batang dan sel kerucutmu akan terhubung ke neuron sehingga data akan dialirkan lewat sana dan dikirim ke syarat optik. Di sinilah pembuluh darah dan jalur utama ke otak masuk dan ke luar dari bola mata. Di tempat itulah sejatinya titik butamu berada. Sebab, pada bagian sel buta ini tidak terdapat sel batang maupun sel kerucut.

Kamu juga bisa mengujinya dengan melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Silakan ambil selembar kertas dan pena. 
  2. Silakan buat titik hitam di sisi kiri dan tanda tambah dengan jarak satu tangan di bagian kanan
  3. Silakan pegang kertas di depanmu dan tutup mata kanan, lalu tatap tanda tambah tadi
  4. Tanda titik akan menghilang karena berada di titik butamu. Kalau tidak hilang, silakan gerakkan kertas mendekat atau menjauh sampai titik itu hilang
  5. Lakukan hal yang sama dengan cara bergantian menutup mata kiri
  6. Tatap menggunakan mata kanan. Tanda tambahpun akan hilang saat memasuki titik butamu

Kemungkinan, kamu tidak menyadari adanya titik buta ini karena otakmu sudah mengisi informasi yang hilang tadi.

Mari kita berjalan melewati syaraf optik dan masuk ke penafsir pesan, yaitu otak. Syaraf optik akan mengarah ke korteks virtual otak. Pada bagian inilah, gambar terbalik tadi akan diterjemahkan menjadi sebuah objek yang kita fahami saat ini.

Itu ada apel merah yang tergeletak di meja bitu. Di atasnya juga ada bola lampu kuning yang tergantung.

Otakmupun tahu bahwa mana yang atas dan bawah karena keberadaan telingamu. Sebenarnya sih lebih tepat pada sistem keseimbanganmu yang memang sebagian besar berada di telinga.

Selain itu, sejatinya otak juga merupakan sebuah kepingan-kepingan puzle-puzle yang hilang seperti objek di titik butamu yang diisi oleh koleksi arsipnya yang super besar. Titik di sebelah kiri berada pada titik buta, jadi aku (otak) akan mengisis ruang yang kosong dan membuatnya terlihat seperti kertas putih mulus di sana.

Namun, berdasarkan cerita sejak awal tadi, sejatinya perjalanan kita tidak dimulai saat memasuki mata bersama cahaya. Perjalanan kita dimulai ketika cahaya dari sumbernya memantul dari suatu objek baru ke mata.

Lalu kenapa kita bisa melihat warna yang berbeda-beda?

Karena cahaya yang terlihat bergerak memiliki panjang gelombang yang berbeda. Setiap panjang gelombang ini, akan memiliki frekuensi, periode dan energi yang berbeda-beda. Semakin panjang gelombangnya, maka akan semakin kecil energinya. Masih ingatkan pelajaran gelombang saat mengikuti pelajaran Fisika di kelas XII SMA?

Apel merah di atas meja akan menyerap warna lain dan memantulkan gelombang cahaya merah, yang istilahnya juga gelombang cahaya merah. Lebih kerennya adalah spektrum cahaya merah. Sementara meja memantulkan warna biru dan begitu seterusnya.

Sementara benda hitam akan menyerap semua cahaya dan benda putih akan memantulkan sebagian besar cahaya. Gelombang yang dipantulkan itu akan mengenai sel kerucut dan  sel batang yang sensitif terhadapnya. Saat itulah, kamu akan menyimpulkan bahwa duniamu menjadi penuh warna. 

Setidaknya itulah gambaran sederhana mengenai perjalanan proses yang terjadi di mata kita. Apabila kamu mendapatkan informasi yang bermanfaat dari artikel ini, silakan tinggalkan komentar dan share pada temanmu ya. Salam.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Ceriwit - All Rights Reserved

%d blogger menyukai ini: