Connect with us

Sains

Pilot Membuang Bahan Bakar Pesawat saat Mendarat. Boroskah???

Published

on

Alasan Lalat Suka Hinggap di Wajahmu

Beberapa waktu yang lalu saya telah membahas sebuah artikel yang isinya tentang apa yang akan terjadi pada pesawat terbang yang tersambar petir, dan hasilnya ternyata pesawat tidak terjadi kerusakan apapun yang mengakibatkan kecelakaan dan menimbulkan korban. Nah pada kesempatan kali ini kita akan membahas beberapa fenomena lain yang mungkin saja belum Anda ketahui.

Bayangkan ini!!!

Anda sedang duduk menikmati pemandangan saat berada di dalam pesawat. Saat itu tiba-tiba anda melihat cairan berwarna putih menyembur dari bagian belakang sayap pesawat. Apa pesawat yang kamu tumpangi itu bermasalah sehingga kamu akan jatuh? Atau karena periahal apa kenapa terlihat cairan berwarna putih menyembur dari luar pesawat?

Yup, benar sekali. Yang kamu lihat barusan adalah bahan bakar pesawat…

Tenang saja kamu jangan panik dan jangan risau. Saat itu pilot sedang melaksanakan prosedur keamanan penerbangan dengan cara menghabiskan bahan bakar.

Kenapa bahan bakar tersebut perlu dihabiskan di dalam pesawat?? Lalu kenapa pula bahan bakar yang harganya sangat mahal itu dibuang “sia-sia”? Silakan simak penjelasan di bawah ini dengan cermat dan teliti.

Baca juga: Alasan Jangan Menyalakan HP saat di POM Bensin

Alasan Pilot Membuang Bahan Bakar

Ternyata fenomena yang kami lihat itu merupakan hal biasa yang sering kali dilakukan oleh maskapai penerbangan dalam rangka melaksanakan prosedur keamanan sesuai SOP. Ya tentu saja apa yang dilakukan pilot tersebut sesuai dengan kondisi dan situasi tertentu. Bisa dibilang, ya memang dengan sengaja namun tetap dengan alasan tertentu.

Mungkin anda juga membayangkan mulanya fenomena yang baru anda ketahui tersebut merupakan pemborosan yang sangat luar biasa. Kita bisa bayangkan bahwa saat sekarang ini saja bahan bakar yang kita gunakan, misalkan bensin, harganya sudah segitu dan kita rata-rata hanya menggunakan bahan bakar per harinya saja berkisar 3 setengah liter untuk kendaraan 4 tak normal misalkan Supra X-125 yang memang volume tangki bahan bakarnya berkisar 3,5 liter saja. Apalagi bahan bakar yang digunakan pesawat terbang bukannya bensin sehingga anda bisa memperkirakan berapa bahan bakar yang diperlukan untuk setiap kali mengudara dalam penerbangan.

Tahukah Anda berapa volume tangki bahan bakar yang berada di dalam pesawat?

Silakan hitung sendiri. Boeing 737-300 dengan ukuran sedang, yang memang dirancang untuk keperluan perjalanan jarak pendek hingga sedang memerlukan kurang lebih sekitar 2 setengah ton bahan bakar per jam. Catat, per jam alias setiap 60 menit. Sedangkan harga bahan bakar jet lebih dari $600.

Jadi, saat perjalanan tersebut kurang lebih memerlukan kurang lebih $ 1.500 per jam penerbangan. Dengan kata lain setiap penerbangan yang dilakukan dari New York Amerika Serikat menuju Los Angeles dengan waktu tempuh 4,5 jam, pesawat membutuhkan hampir $ 7.000 untuk pembelian bahan bakar. 

Jumlah uang sebanyak itu merupakan jumlah yang fantastis. Oleh karena itu, mari kita cari tahu alasan kenapa pilot membuang bahan bakar saat mengudara.

Karena kenyataannya pada situasi tertentu prosedur pembuangan bahan bakar ternyata dinilai sangat murah jika dibandingkan dengan alternatif lain. Namun ingat, prosedur ini tetap sesuai dengan kebutuhan kondisi dan situasi tertentu.

Tujuan utama kenapa Pilot membuang bahan bakar adalah untuk menstabilkan bobot pesawat saat mau mendarat. Umumnya, kebanyakan pesawat harus berbobot lebih ringan pada saat mendarat daripada saat lepas landas, kira-kira ya 100 ton lebih ringan.

Masalahnya, pada saat mendarat pesawat lebih terbebani dari pada saat lepas landas. Oleh karena itu kondisi pesawat yang lebih ringan saat mendarat akan lebih baik dan memudahkan pilot dari pada saat lepas landas. Namun apabila pilot tidak membuang bahan bakar untuk meringankan beban pesawat saat mendarat, ada kemungkinan Pesawat akan menyentuh tanah saat mendarat. Ini dapat menyebabkan kerusakan parah.

Selain dari pada itu biasanya pilot tidak akan terlalu khawatir jika terlalu banyak bahan bakar yang berada di dalam tangki, karena masalah ini bisa terselesaikan dengan sendirinya. Selama ini penerbangan pesawat komersial selalu menghabiskan hampir seluruh bahan bakar saat penerbangan, dan pada saat tiba pesawat akan lebih ringan dan mudah untuk melakukan pendaratan dengan selamat.

Namun dari waktu ke waktu jika terjadi situasi darurat, misalkan saja pesawat memerlukan pendaratan lebih cepat jika dibandingkan dari jadwal yang telah ditentukan. Dan saat itulah pesawat akan membuang bahan bakar. Momen tersebut biasanya dilakukan pada saat pesawat akan mendarat di bandara.

Kasus Khusus yang Terjadi di Dalam Pesawat

Salah satu contoh kondisi darurat di sini misalnya ketika terjadi kerusakan pada bagian penting pesawat sehingga diperlukan tindakan cepat guna menyelamatkan seluruh isi pesawat. Salah satu kondisi lainnya misalkan saja salah seorang penumpang mengalami gangguan kesehatan yang mengharuskan adanya tindakan medis sesegera mungkin terhadap penumpang tersebut.

Baca juga: 15 Fakta Bentuk Bumi Sangat Aneh

Dari peristiwa tersebut tentu saja pilot akan membuat pesawat yang dikemudikannya berputar-putar di atas udara; atau sekedar menurunkan sirip serta roda guna mengurangi volume bahan bakar yang terdapat pada kedua sayap pesawat. Hal itu akan lebih mempercepat pembakaran bahan bakar. Kondisi berputar-putarnya pesawat yang hanya sekedar untuk menghabiskan bahan bakar ternyata tidak akan terlalu membantu jika pasien harus segera mendapatkan pertolongan di rumah sakit.

Alasan Lalat Suka Hinggap di Wajahmu
Ilustrasi Ada Penumpang yang Sakit saat di Dalam Pesawat

Maka dalam situasi tersebut, pilot akan segera menyemburkan bahan bakar,dengan dengan hanya menekan tombol pada kokpit, sistem pompa dan katup yang canggih akan secara otomatis akan berfungsi, sehingga nozzle khusus menyemprotkan bahan bakar ke luar yang berada pada tangki (pada sayap pesawat).

Sistem canggih ini akan mampu mengeluarkan berton-ton bahan bakar dalam 1 menit. Dan inilah sebenarnya yang kamu lihat melalui jendela pesawat. Namun sayangnya tidak semua pesawat memiliki sistem yang serumit ini. Misalnya saja pesawat dengan body kecil misalkan Boeing 737 atau Airbus A-320.

Bagi pesawat dengan ukuran kecil hingga sedang tersebut, juga berlaku hal yang sama. Manakala pesawat saat mendarat dengan bobot massa berlebih, maka potensi pendaratan aman akan berkurang.

Jika skeneario terburuk terjadi, misalkan saja pesawat menghantam landasan, maka dampak kerusakan akan lebih besar biayanya, jika dibanding dengan pembuangan bahan bakar. Itulah kenapa, terapat kebijakan khusus bagi pilot untuak melakukannya pembuangan bahan bakar, daripada mengeluarkan biaaya tinggi untuk perbaikan, atau malah membahayakan penumpang jika trjadi kebakaran.

Perlu kamu ketahui pula, bahwa kejadian pada skenario itu, pilot juga akan berkomunikasi dengan pengatur lalu lintas udara. Mereka akan memberikan langkah²pengamanan pendaratan, seperti halnya memberikan rute terbaik agar terhindar tabrakan dengan pesawat lain.

Haruskah Anda memakai payung saat pesawat membuang bahan bakar?

Ketika anda melihat kejadian itu, tenang saja. Kita tahu, bahwa bahan bakar memiliki massa jenis yang lebih ringan jika dibandingkan dengan air. Maka, titik didih bahan bakar akan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan air. Oleh karenanya, saat terjadi semburan bahan bakar di udara, secara otomatis bahan bakar pesawat tersebut akan segera menguap karena terkena panas matahari.

Idealnya, saat terjadinya proses pembuangan bahan bakar, pesawat berada pada ketinggian lebih dari 1.500 meter. Masih dalam area atmosfir bumi.

Ngomong-ngomong, kenapa pesawat terbang harus membawa bahan bakar berlebih saat melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya?

Sebelum melakukan perjalanan dan lepas landas, pilot harus memastikan skema volume bahan bakar yang diperlukan. Secara sederhana, pembagian terbaiknya adalah sebagai berikut:

  1. Bahan bakar untuk perjalanan dari bandara ke tempat tujuan (lepas landas, berada di ketinggian, serta persiapan mendarat di bandara tujuan).
  2. Bahan bakar cadangan (digunakan untuk situasi yang tak terduga).
Banyak juga kan?
Demikian sekilas informasi mengenai alasan kenapa pilot harus membuang bahan bakar pada situasi tertentu. Apabila ada tanggapan, silakan tulis di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat, salam.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Ceriwit - All Rights Reserved

%d blogger menyukai ini: