Connect with us

Sains

Perbedaan Torsi dan Horse Power pada Mesin Solar dan Bensin

Published

on

Perbedaan Torsi dan Horse Power pada Mesin Solar dan Bensin

Setiap kali membaca ulasan mengenai spesifikasi kendaraan, pasti ada penjelasan mengenai mesin yang mengubah power dan torsi maksimum dari kendaraan. Setiap kali saat melihat data yang disajikan tersebut terkadang menimbulkan persepsi yang berbeda. Hal ini memang tak sepenuhnya salah, namun horse power dan torsi memiliki karakter dan fungsi kerja yang berbeda dan akan bekerja lebih optimal jika digunakan pada kendaraan dengan fungsi yang tepat.

Jadi kali ini kita akan membahas Apa itu horse power dan torsi pada mesin kendaraan.

Di dalam ruang piston terjadi pembakaran bahan bakar yang bercampur dengan udara. Karena pembakaran menghasilkan panas dan tekanan di dalam ruang bakar mesin, maka tekanan tersebut akan menggerakkan piston dan memutar kencang sehingga menghasilkan tenaga untuk menjalankan kendaraan. Tenaga yang dihasilkan putaran mesin pun ada dua istilah dengan karakter yang berbeda yakni torsi dan power atau daya kuda.

Torsi adalah gaya atau tenaga yang berfungsi untuk menggerakkan kendaraan dari posisi diam sampai bergerak. Kendaraan yang bisa melaju kencang biasanya digunakan saat kendaraan berjalan atau kendaraan melewati jalanan yang digunakan untuk tipe kendaraan besar, seperti bus dan truk dengan bobot yang sangat berat. Besarnya torsi berasal dari hasil perkalian gaya dengan jarak. Semakin besar torsi yang dihasilkan, semakin besar pula tenaga yang dihasilkan, dampaknya mesin kendaraan akan semakin mudah melewati tanjakan terjal dan semakin mudah pula menggerakkan kendaraan yang sangat besar.

Hal itu basanya ada pada mesin diesel karena memiliki rasio kompresi yang lebih besar. Pembakaran mesin diesel hanya membutuhkan solar sebagai bahan bakar dan udara berkompresi tanpa menggunakan pengapian seperti bensin. Dari pembakaran yang terjadi tadi yang mengakibatkan kompresi inilah akhirnya bisa menghasilkan torsi yang besar.

Baca juga: Pesawat Tersambar Petir. Apa yang Akan Terjadi?

Prinsip Kerja Mesin Desel dan Bensin

Secara sederhana, prinsip kerja mesin diesel jika semakin tinggi kompresinya semakin besar pula torsi yang dihasilkan

Setelah kendaraan mulai berjalan berkat kinerja torsi, mesin akan menghasilkan horse power untuk akselerasi sampai melajukan pada nilai angka power yang dihasilkan dari torsi dan dikalikan dengan RPM (rotasi per menit).

Semakin besar nilai horse power yang dihasilkan, maka semakin kencang pula kendaraan dapat melaju.

Motor dengan horse power yang besar biasanya ada pada mesin bensin. Kendaraan tersebut memiliki torsi yang lebih kecil. Hal ini karena mesin bensin memiliki cringshaf pendek daripada mesin diesel dengan kapasitas yang sama karena stroke yang lebih pendek pada piston di mesin bensin, mampu memutar cringshaf lebih tinggi dan lebih cepat sehingga menghasilkan tenaga yang lebih besar untuk menjalankan kendaraan dengan cepat.

Karena hal inilah mengapa mesin bensin memiliki putaran mesin atau rpm yang lebih tinggi dibanding mesin diesel.

Namun RPM atau putaran mesin yang tinggi akan membutuhkan bahan bakar yang lebih boros, berbeda dengan mesin diesel yang rpm nya lebih kecil sehingga konsumsi bahan bakarnya lebih irit

Untuk lebih mudah memahaminya, mari kita gambarkan dengan objek yang lebih mudah.

Coba kita gambarkan, torsi sebagai atlet angkat besi sedangkan horsepower kita gambarkan sebagai atlet pelari. Atlet angkat besi akan dengan mudah jika diminta mengangkat beban yang berat namun akan sangat sulit jika harus diminta lari dengan cepat. Sedangkan horse power atau atlet lari sebaliknya dapat berlari dengan cepat namun payah jika harus mengangkat beban yang berat.

Keberadaan torsi dan juga horse power pada mesin memang memiliki kaitan yang erat namun keduanya memiliki perbedaan dan fungsinya masing-masing.

Untuk lebih memahami penjelasan di atas, silakan lihat simulasi cara kerja pembakaran pada mesin diesel/bensin berikut ini:

Jika masih ada informasi yang kurang silahkan tambahkan di kolom komentar ya sahabat Ceriwis.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Ceriwit - All Rights Reserved

%d blogger menyukai ini: