Connect with us

Teknologi

Kenapa Jembatan Semanggi Dibuat Berkelok?

Published

on

Mengapa persimpangan di jalan raya dan jalan bebas hambatan harus dibuat begitu rumit dengan kelengkungan lengkungan tanjakan dan turunan?

Kenapa Jembatan Semanggi Dibuat Berkelok?
Source Image: brilio.net

Rancangan itu dimaksudkan untuk melancarkan arus lalu lintas termasuk arus aliran dana ke kantong perusahaan perusahaan konstruksi dan semua pihak yang terkait, termasuk politisi, maaf tapi itu sebenarnya nyata.

Maksud saya jembatan Semanggi memungkinkan orang belok kanan tanpa memotong arus pemakai jalan dari arah depan. Ini semacam soal ilmu ukur yang sederhana.

Baca juga: Pilot Membuang Bahan Bakar Pesawat saat Mendarat. Boroskah???

Alasan Jembatan Semanggi Berkelok-Kelok

Ketika jalan raya dan jalan bebas hambatan mulai dibuat, para insinyur harus membayangkan cara mengalirkan lalu lintas dari jalan raya yang satu ke jalan raya yang bersilangan tanpa menghentikan lalu lintas yang berlawanan menggunakan lampu stopan. Karena di Indonesia kendaraan berjalan di sebelah kiri, maka belok kiri bukanlah masalah. Kita tinggal masuk ke jalur keluar.

Tidak demikian halnya dengan belok kanan karena untuk ini orang harus memotong arus lalu lintas dari arah depan, dan tabrakan di persimpangan sebaiknya cukup di bayangkan saja jangan coba-coba lo ya, hehe.

Maka mereka membuat jembatan Semanggi. melalui rancangan seperti itu kita dapat berbelok 90 derajat ke kanan dengan cara berputar 270 derajat ke kiri.

Sekarang coba bayangkan. Sebuah lingkaran penuh adalah 360 derajat; maka berputar 360 derajat = kembali ke arah semula. Jika dua buah jalan raya persilangan saling tegak lurus, belok kanan berarti berputar 90 derajat ke kanan. Akan tetapi kita akan mendapatkan hasil yang sama dengan berputar 3 kali ke kiri, masing-masing sebanyak 90 derajat.

Ini sama dengan ketika kita ingin belok kanan di jalanan perkotaan tetapi menjumpai tanda dilarang belok kanan.

Apa yang harus kita perbuat?

Biasanya di persimpangan berikutnya kita boleh belok kiri 3 kali sampai masuk ke jalan yang dikehendaki. Inilah yang terjadi pada jembatan Semanggi.; Rancangannya membuat kita berputar 270 derajat mengitari tiga perempat sebuah lingkaran, sampai menyilang entah ke atas atau ke bawah arus lalu lintas yang berlawanan sesuai keperluan.


Sebuah jembatan Semanggi atau highway inter change adalah sebuah jembatan layang dengan rancangan berdaun 4, bukan 2 atau 3, karena ada empat arah arus lalu lintas yang berbeda misalnya arah utara timur selatan dan barat dan masing-masing harus bisa belok ke kanan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Ceriwit - All Rights Reserved

%d blogger menyukai ini: