Connect with us

Jika Tidak Ada Internet Seharian. Apa yang Terjadi?

Published

on

Jika Tidak Ada Internet Seharian. Apa yang Terjadi?

Sekarang pukul tujuh pagi dan suara alarm membangunkanmu. Kamu pun bergegas mengambil ponselmu. Tidak ada satupun notifikasi pemberitahuan pesan di ponselmu. Di benakmu terasa aneh. Akhirnya kamu lebih memilih minum kopi hangat terlebih dahulu. Jadi kamu bangun, mandi sebentar dan turun sebentar ke lantai bawah.

Setelah sarapan dan melihat tablet, kamu melihat hal yang sama, tidak ada notifikasi pesan dari siapapun. Kamu juga menyadari ternyata juga tidak ada koneksi internet. Kamu mencoba semua perangkat lain, yakni desktop di kamarmu. Namun sama saja, tidak ada jaringan internet yang terkoneksi. Kami lekas memerika router dan mencoba mematikan dan menghidupkannya kembali; namun naas, hasilnya pun sama, tidak bisa tersambung ke jaringan internet.

Kamu memperhatikan router dengan seksama, yakni terlihat kenampakan “lampu warna merah” berkedip, itu tandanya layanan 4G juga mati. Sesegera mungkin kamu melakukan kontak dengan layanan pelanggan. Alhasil, kamu melirik jam di depanmu, dan ternyata sudah menunjukkan pukul 07.48′ itu artinya kamu sudah terlambat ke kantor.

Sesegera mungkin juga, kamu segera menghubungi layanan taksi online dengan tujuan menghemat waktu. Kamu langsung membuka aplikasi online di ponsel. Oh ya, ternyata ponselmu tidak berfungsi untuk tugas itu, karena memang tidak ada jaringan internet yang terkoneksi ke ponsel pintarmu. Rasanya campur aduk, antara kesal, marah, gerah dan panas.

“Bisakah hari ini dimulai dengan lebih baik?”, tanyamu dalam hati.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Semua Air Menjadi Asin

Dampak Tidak Ada Internet Seharian

Kamu lekas pergi keluar dan bergegas pergi ke halte terdekat yang jaraknya berkisar 200 meter dan membutuhkan waktu 10an menit. Dengan terengah-engah, kamu akhirnya sampai ke halte bus. Namun endingnya, kamu hanya kedapatan sebuah layar dengan pesan “layanan tidak tersedia”.

Hal itu entah karena mereka tidak bisa melacak bus dan serversnya tidak bisa mengakses jadwal bus, atau karena mereka tidak beroperasi hari ini. Kamu memperhatikan sekelilingmu untuk kali pertama, ternyata sama; semua orang menatap ponsel dengan frustasi. Beberapa diantaranya mulai mengobrol untuk menghilangkan kejenuhan.

Internet semua orang, tidak berfungsi.

Kamupun akhirnya mulai panik dan berfikir, kalau tidak aku saja yang mengalami hal ini, berarti persamalahan internet hari ini adalah permasalahan yang serius.

Akhirnya, kamu menemukan taksi yang tak jauh dari sana dan mulai menaikinnya. Namun faktanya, GPS tidak bisa berfungsi, dan akhirnya banyak terjadi kecelakaan di jalanan, meski ada rambu-rambu yang seharusnya bisa membantu. Klalson berbunyi dari berbagai arah, dan seolah kekacauan sedang terjadi di depanmu dan kamu menatap keluar dari jendela kursi belakang sopir.

Akhirnya, kamupun sampai di kantor, suara sopir taksi mengagetkanmu, “maaf, biasanya Rp.75.000,-“. Kamupun bergegeas mengeluarkan kartu kreditmu. Namun coba tebak, kartu kreditmu ternyata juga tidak bisa dipakai. Jadi kamu harus merogoh kantong dan berharap menemukan uang di dalamnya. Kamu ternyata puang uang selembar 100 ribuan, tenaglah dirimu akan keberuntungan pagi ini.

Sekarang sudah hampir pukul 08.30 di tempatmu. Yah, ternyata kamu telat setengah jam. Semua orang sudah tiba saat kamu memasuki kantor. Tepat di ruang kerja, kamu sudah tidak terkejut lagi, karena pembahasan para koegamu sama, yakni masalah internet.

Seseorang berbicara mengenai pasar saham yang masih stagnan; yang lain berbicara mengenai rumah sakit yang mengalami kesulitan membaca rekam medis karena semuanya tersimpan di data base internet; dan kamupun lekas menuju meja kerja, duduk sambil menyalakan komputer dan bertanya-tanya; “sebenarnya untuk apa aku masuk kerja hari ini?”, tanyaku dalam hati.

Kamu tidak bisa mengirim surel atau laporan menggunakan email; atau sekedar download panduan kinerja minggu depan. Dengan banyak klien yang emosi menelepon semua orang, sebab surel dan internet mereka juga tidak berfungsi, akhirnya kamu dan rekanmu yang lain harus menggunakan alat faks tua hanya sekedar untuk mengirim pesan dan dokumen kerja lainnya. Problenya sih jelas, saat ini hanya ada beberapa mesin faks saja yang ada di kantor.

Saat itulah kamu baru menyadari adanya problem yang lebih real. Dengan seluruh dunia saling menelepon, sistem komunikasi menjadi kelebihan beban, sehingga kamupun tidak bisa menghubungi siapapun. Sudah hampir pukul 10.00, dan semua orang sudah bangun sekarang. Karena kantor menjadi kacau setiap menitnya, akhirnya Big Bos mulai meliburkan semua karyawan hari ini, dengan harapan semoga semua kegaduhan hari ini akan mulai berjalan normal esok pagi.

Sekarang sudah pukul 11.15 siang. Lalu lintas masih padat, tetapi tidak alasan untuk segera pulang ke rumah dan berdiam diri. Akhirnya kamu memutuskan untuk jalan-jalan sendiri untuk mencari makan siang. Kamu tak ingat, berapa uang yang tersisa di bank, dan tidak ada cara untuk mengeceknya. Kartu kredit dan kartu debitmu sekarang hanyalah lempengan plastik yang tidak berguna, jadi kamu berjalan menuju kantor cabang bank terdekat.

Di tengah perjalanan, kamu mendengarkan berbagai macam teori akan semua kejadian ini. Beberapa orang mengatakan adanya serangan cyber global dan yang lain membahas adanya problem satelit provider.  Saat itulah kamu juga teringat, bagaimana dengan semua data-data foto, video atau berkas dokumenku?

Kamu menyimpan semua dokumentasi wisuda di internet. Lalu semua foto liburan kala liburan ke Eropa, apakah semua kenangan itu akan menghilang tanpa jejak? Jantungmu menjadi berdetuk kencang karena berjalan cepat ditambah kepikiran akan kehilangan berbagai dokumentasi kenangan terindah dalam hidup.

Akhirnya, di tengah gundah gulana dalam perjalanan itu, kamu menemukan kios koran. Korannya hampir habis, dan akhirnya kamu mengambil koran terakhir. Tajuk pada head line koran tersebut adalah “Akhir dari Internet”.

Jika Tidak Ada Internet Seharian. Apa yang Terjadi?

Kamu menmukan ada sebuah perusahaan merugi triliunan rupiah gegara matinya jaringan internet, dan pasar saham hancur. Akhirnya kamu sampai di bank pukul 11.45. Kamu dan semua orang, ada antrean sampai keluar pintu masuk. Kamu harus mengantre pada barisan paling belakang, dan mendengar teller mengumumkan “kami telah kehabisan uang tunai, dan silakan kembali besok pagi”. Namun untungnya, pada saat pengumuman itu, kamu masih kejatah kabagian uang tunainya.

Kamu mengambil uang senilai 400 ribu rupiah dari rekening untuk bertahan mencukupi kebutuhan esok. Semuanya, tidak ada yang tahu apakah itu cukup untuk esok hari. Tak ada yang tahu kapan kegaduhan ini akan berakir. Saat melangkah ke luar dari bank, seorang berlari dan menjambret dompet bapak-bapak lansia. Semua orang mulai putus asa dan para pencuri memanfaatkan situasi ini. Kamu segera menyembunyikan uangmu ke kantong.

Saat ini sudah pukul 12.30 siang, jadi kamu segera membeli makan siang. Namun naasnya, hampir semua rumah makan menggantung tanda bertuliskan “hanya terima uang tunai”. Untungnya, kamu sudah pergi ke bank dan mempunyai uang tunai. Kamu bergegas ke salah satu restoran/kafe. Saat di sana, kamu melihat siaran televisi yang menayangkan pemberitaan bahwa internet mati di seluruh dunia. bandara, kapal-kapal, kereta dan semua mode transportasi komersial lain mandek. Akhirnya kenapikan terjadi di berbagai negara dan kota besar.

Saat itu kamu teringat, orang tuamu seharusnya sudah dalam perjalanan Haji dari Arab Saudi. Kamu mencoba menelpon mereka. Namun, tak ada jawaban. Kamu tak tahu apakah perjalanan kedua orang tuamu ditunda atau dibatalkan.; dan bagaimana cara mencari tahu kabar mereka.

Sekarang, ada masalah lain yang harus kamu fikirkan. Kamu harus menstok makanan untuk berjaga-jaga, karena tidak ada yang tahu masalah ini kapan akan berakhir. 

Sekarang pukul 14.00 siang dan suasana jalanan sangat padat. Sepertinya semua orang juga dipulangkan dari kantor. Kamu secara otomatis berjalan ke supermarket. Namun kamu ingat, dan berfikir mungkin di sana akan tutup karena sistem kasir mereka menggunakan internet.

Karena tempat-tempat yang menggunakan sistem seperti itu tidak akan mau repot-repot mencatat setiap pembelian dengan menggunakan polpoin pada buku induk. Akhirnya kamu bertanya pada orang yang lewat, apakah ada warung atau kios makanan di daerah ujung jalan depan sana.

Jika sebelumnya kamu bebas bertanya pada Google untuk mencari setiap lokasi sesuai kepentinganmu, namun sekarang kamu harus secara manual bertanya pada setiap orang yang kamu temui. Akhirnya kamu menuruti petunjuk wanita itu.

Warung yang kamu tuju tidak punya banyak persediaan namun kamu membeli semua makanan yang bisa kamu bawa lalu pulang ke rumah. Saat berjalan, kamu berfikir kembali, bahwa semua kegiatanmu berkutat di internet. Kamu menghabiskan waktu berjam-jam menatap media sosial, kamu meonton semuanya di Youtube atau layanan steeming, serta kamu punya TV kabel tetapi jarang ditonton.

Saat ini, kamu merasa menjadi orang yang terisolasi karena sampai detik ini belum menerika kabara dari teman-temanmu. Akhirnya, kamupun tiba di rumah pukul 16.00 sore. Kamu tetap memeriksa router meski tau itu akan sia-sia. Ternyata benar, internet masih tidak berfungsi. Karena tidak bisa streaming video, kamu meutuskan menonton saluran TV biasa yang dipenuhi film dan acara lain. Aneh rasanya.

Sekitar pukul 18.00 malam, ponselmu berbunyi, ada telepon dari orang tuamu. Mereka terjebak di bandara seharian dan penerbangan mereka malah ditunda terus menerus sampai akhirnya dibatalkan. Mereka menginap di hotel malam ini dan rencananya akan terbang besok pagi. Mendengar berita itu, setidaknya kamu sudah lega.

Setelah melewati waktu yang melelahkan seharian ini, kamu akhirnya memutuskan untuk segera tidur. Sekitar pukul 22.00 malam, kamu berfikir akan mengalami kekacauan yang sama seperti esok hari. Kamu merasa stress berat akibat pekerjaan dan perjalanan seharian.

Pukul 3.15 dini hari, kamu terbangun dan mulai memegang ponsel pintarmu. Kamu terbangun tadi karena suara notifikasi pemberitahuan pesan di ponsel, dan saat berbalik kamu melihat layar ponsel yang berkedip tak henti-henti. Ternyata ponselmua menerima berkisar 1001 pesan dari semua group yang ada di ponsel pintarmu. Ponsel di seluruh kota, bahkan di seluruh dunia menyala bersamaan. Akhirnya semuanya berjalan ada internet kembali.

Demikian sekilas informasi mengenai Jika Tidak Ada Internet Seharian. Apa yang Terjadi?. Semoga bermanfaat, salam.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Ceriwit - All Rights Reserved

%d blogger menyukai ini: