Connect with us

Sains

Alasan Lalat Suka Hinggap di Wajahmu. Cintakah???

Published

on

Alasan Lalat Suka Hinggap di Wajahmu

Beberapa waktu lalu sudah saya bahas beberapa artikel mengenai seputar pesawat terbang. Masih ingat bukan alasan kenapa pilot membuang bahan bakar saat mendarat? Kalau lupa, ingat-ingat kembali atau baca artikel kemarin.

Kamu sudah pasti tahu, bahwa lalat merupakan hewan kecil yang kerap kali berada di sekitarmu. Laksana sebuah pesawat jet Sukhoi SU-35 dan F-16 Valcon dengan teknologi pembaruan terkini yang siap diboyong Indonesia oleh Menhan Prabowo Subianto, dengan perlengkapan senjata siap merudal sasaran. Dengan segenap perilakunya yang beraneka tingkah, terkadang banyak manusia bahkan sesama hewan sekalipun tidak suka dengan keberadaan lalat. Entah jijik, entah geli, entah takut, entah dan entah, seperti ungkapan Legenda Iwan Fals dalam salah satu judul lagunya, hehe.

Namun, tahukah mengapa lalat suka dengan wajahmu? Apa karena lalat terpukau dengan kecantikan wajahmu? Apa karena lalat terkesima dengan kegantengan rupawanmu laksana pemain drama Korea (Drakor) terpopuler 2020 tahun depan? Atau, karena memang lalat malah menganggap wajahmu laksana intan permata berupa pemandangan pantai dengan hamparan pantai putih mengayun rindam lambaian pohon kelapa di sekitarnya yang malah menjadi area tempat berantai lepas tujuan wisata Natalan dan akhir tahun ini?

Baca juga: Apa yang akan terjadi jika pesawat tersambar petir???

Alasan Lalat Menyukai Wajahmu

Berikut ini ada beberapa alasan kenapa lalat “suka” dengan wajahmu, yang Ceriwit akan coba bahas secara sukarela dengan pandangan sains ilmiah.. Ya anggap saja kayak dibahasan di kampus-kampus itu, hehe.

#1. Karena Wajahmu Memang Area Terbuka

Alasan pertama ini adalah logis dan rasional, maka kuanggap sebuah paparan yang ilmiah, hehe. Sebenarnya, lalat juga kerap kali hinggap di seluruh badanmu, cuma yang bisa kamu rasakan adalah area yang memang bisa dirasakan oleh kulit. Kenapa demikian?

Ya karena kulit adalah sebuah indera perasa yang diciptakan khusus oleh sang pencipta. Dengan keberadaan kulit yang menjadi penopang luar, sebagai sebuah intrumen organ tubuh manusia, kita bisa merasakan adanya sentuhan, geli, panas, dingin, dan berbagai rasa lain yang mampu membuat kita tersenyum, bahkan tertawa lepas, ya seperti kamu yang lagi baca artikel ini (sambil senyum-senyum sendiri).

Nah, karena sejatinya lalat juga menghinggapi seluruh bagian tubuh yang bisa dijangkau lalat sebagai landasan laksana tempat khusus bandara pesawat terbang, namun yang bisa kamu rasakan kehadirannya adalah area yang tidak tertutup pakaian atau selimut.

Kenapa lalat cenderung suka hinggap di wajahmu?

Ya karena itu, karena wajahmu jarang sekali ditutup dengan kain, walau dalam kondisi tidur sekalipun (walau saya sendiri kadang suka menutup seluruh tubuh saat tidur karena takut dicium nyamuk, hehe).

Nah, sudah jelas bukan kenapa lalat suka dengan wajahmu…

#2. Tertarik dengan Gas Karbon Dioksida (CO²)

Yups, itulah alasan kedua. Lalat suka hinggap di area wajahmu, bukan karena tertarik dengan kemolesan lembut wajahmu laksana tempat terindah untuk bersantai; atau laiknya rembulan yang indah dipandang dari bumi.

Ternyata di area wajah ada tempat unik lainnya, yakni hidung mancungmu. Dalam relung keelokan hidungmu, tersemat organ indera penciuman yang indah nan kompleks cara kerjanya. Di sana, akan ada mekanisme bernafas yang rumit. Tuhan menciptakan sebuah organ yang bisa memilah dan memilih antara Oksigen dan Karbondioksida (CO2)-angka 2-nya bukan kuadrat lo ya, hehe.

Saat bernafas, hidung akan memilih Oksigen di udara yang sebenarnya susunan udaranya kompleks. Tidak sekedar Oksigen, namun juga banyak gas lain, misalnya saja Nitrogen, Karbondioksida, Karbonmonoksida, dan gas Sulfida yang memabukkan (kentutnya Birisworo_didiek.setyo, hehe). Nah, pada saat menghembuskan udara keluar, Karbondioksida dikeluarkan secara simultan.

Hasil pembakaran yang terjadi di dalam tubuh, melalui mekanisme reaksi Redoks yang akan sangat berguna untuk diserap oleh Eritrosit (sel darah merah) dan diedarkan ke seluruh tubuh, maka akan menghasilkan karbondioksida. Nah, karbondioksida inilah yang menjadi daya tarik lalat. Sehingga, saat bernafas dan menghembuskan karbondioksida, lalat akan hinggap di area wajahmu, khususnya hidung.

Lalau kenapa terkadang lalat juga suka hinggap di bibirmu?

Itu bukan karena bau mulutmu yang wangi atau malah sebaliknya. Itu juga karena alasan kedua ini. Ada yang pernah bernafas menggunakan mulut saat hidung mampet? Itulah gambarannya. Jangan coba kau usir lalat dengan permen min lo ya, karena mungkin saja lalat akan suka dengan permen yang kamu makan, hehe.

#3. Wajahmu Laksana Lautan Air di tengah Padang Pasir

Lalat sejatinya juga membutuhkan air untuk diminum. Lalu kenapa tidak minum di kali saja Gaes?

“Yah, daripada aku mesti hijrah ke kali Code, mendingan aku hinggap ke wajah cantikmu”, kata lalat sambil dongkol atas perkataanmu. 

Kandungan air yang kita minum, juga akan mempengaruhi hasil pembakaran tubuh. Sama pula, rasa air minum maupun kemasannya juga akan menjadi alasan kenapa kita cenderung memilih merk minuman tertentu.

Alasan Lalat Suka Hinggap di Wajahmu

Gambaran sederhana itu, juga menjadi alasan kenapa lalat juga suka meminum air keringat yang ada di wajahmu. Selain keringatmu wangi laksana keringat Cristiano Ronaldo atau Raisya, keringatmu juga sebuah barang yang air dan mungkin saja terdapat rasa asin atau protein di dalamnya, membuat keringat merasa mendapat sebuah anugerah yang tiada tara. Laksana kamu sedang kehausan di tengah Padang pasir.

Apakah lalat suka dengan air matamu?

“Jangan pernah menangis sayang, karena tangisanmu membuatku bersedih. Namun jika memang engkau terpaksa menangis, maka menangislah sendu dengan penuh seni yang indah, dengan senggukan lepas yang akan menghasilkan air mata terindah yang akan kuhapus dengan moncongku, kuminum sampai habis”, kata mister L.

Itu artinya, air mata juga menjadi daya terik tersendiri bagi lalat. Kandungan garam yang serasa asin membuat lalat suka. “Tak perlu ngasih garam buat sambel tomat lur”, kata Lalat.

#4. Suka Kulit Indahmu

Kita tahu, bahwa sistem regenerasi sel kulit kurang lebih selama 120 hari (seingatju sih, kalau salah diingatkan di kolom komentar ya). Itu artinya, selama kurun waktu tersebut kulit akan mengalami pergantian. Istilah “glodoki” (untuk wilayah Sragen.red) menjadi musim indah bagi para lalat. Kulit mati yang akan digantikan kulit baru, menjadi penantian lama lalat.

Sel kulit yang telah aus/rusak akan dimakan oleh lalat. Ibarat kita makan, maka kerupuk menjadi sajian lauk wajib. Itu juga berlaku bagi lalat. Olehkarena itulah, daripada kamu gosok pakai batu saat mandi, mendingan nyebarin undangan ke lalat saja gaes, namun syarst ketentuan berlaku, hehe.

#5. Waktuku Hanya Sesaat akan Nuansa Terkesima Padamu

“Wahai pujaan hatiku, sadarilah, bahwa umurku hanya sesasat, laksana “mampir ngombe kata para mubaligh”, gumam lalat. Yups, benar sekali. Siklus hidup lalat hanya sebentar. Walau demikian, dengan point-point alasan sebelumnya membuat lalat selalu gigih mengejar apa yang dicintainya. Deraian air mata perjuangan membuat lalat memanfaatkan semua peralatan tempurnya yang begitu canggih.

Kedua mata yang memiliki citra 12 ribu mata. Di setiap mata ada 6000 citra mata yang sangat tajam. Dengan sayap yang bisa mengelak ribuan kaki dalam satu menit, bisa membelok, menukik, bergerak lurus, GLBB, Parabola, GMB, GMBB dan semua jenis gerak baik dipercepat atau diperlambat, bisa kulakukan dengan percepatan yang begitu tinggi. Akurasi pendaratan lalat juga lebih canggih lagi daripada pesat jet tempur termahal dunia F-32 Amerika Serikat, atau bahkan Sukhoi SU-57 Rusia.

“Wahai pujangga hati, ijinkanlah aku hinggap di wajahmu”, seruan lalat pada umat manusia, hehe. 

Setidaknya itulah beberapa alasan kenapa lalat suka hinggap di wajahmu. Syukurilah apa adanya, wajahmu tetap terindah di hatiku. Maka, cobalah berucap Alhamdulillah, semoga bermanfaat kawan, salam.

Silakan lihat juga beberapa kehidupan hewan yang sungguh luar biasa di bawah ini:


Jangan lupa untuk like dan share sertta beri komentar untuk konten ini, salam.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © Ceriwit - All Rights Reserved

%d blogger menyukai ini: