15 Hal Baru pada Pilkada 2020

Advertisements
Loading...

15 hal baru pada Pilkada 2020 di Indonesia khususnya Pemilu Pilkada akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 perlu diperhatikan bersama. Dalam Pemilu Pilkada ini, ada berbagai perbedaan dari Pemilu sebelumnya, karena memang di masa pandemi Covid-19. Sehingga, beberapa proses pemungutan dan penghitungan suara berbeda dengan Pemilu sebelumnya.

Apa saja perbedaan atau hal baru pada Pilkada 2020 ini?

Baca juga: INI BACAAN SHOLAWAT DENGAN PAHALA TAK TERBATAS

Loading...

Protokol Kesehatan Hari H Pilkada

KPU telah mengatur 15 hal baru pada Pilkada 2020 yg berbeda dibanding Pilkada atau Pemilu lalu. Tujuannya agar proses pencoblosan di Hari H tdk mjd kluster baru penyebaran Covid-19.

  1. Jumlah pemilih per-TPS dikurangi dari maksimal 800 menjadi maksimal 500.
  2. Kehadiran pemilih ke TPS diatur merata, setiap jam untuk sekian pemilih. Jadi tidka menumpuk di pagi hari seperti Pemilu biasanya.
  3. Petugas KPPS dilakukan rapid tes/ tes swab sebelum bertugas, sehingga diyakini sehat (tidak menularkan virus).
  4. Petugas KPPS mengenakan masker selama bertugas. Pemilih diharap memakai masker dari rumah. Di TPS disediakan cadangan masker dalam jumlah terbatas.
  5. Petugas KPPS mengenakan sarung tangan karet selama bertugas. Setiap pemilih disediakan sarung tangan plastik (sekali pakai).
  6. Petugas KPPS mengenakan face shield (pelindung wajah) selama bertugas.
  7. Saat pemilih (antri) di luar maupun di dalam TPS diatur jaraknya.
  8. Disediakan perlengkapan cuci tangan, digunakan sebelum dan sesudah mencoblos.
  9. Disediakan tissue kering bagi pemilih yg selesai mencuci tangan.
  10. Setiap pemilih membawa alat tulis sendiri dari rumah, untuk isi daftar hadir.
  11. Dilarang bersalaman, antara petugas KPPS dengan pemilih, atau sesama pemilih.
  12. Setiap pemilih yg akan masuk ke TPS dicek suhu tubuh. Jika di bawah standar, dibolehkan mencoblos di TPS. Jika lebih dari 37,3 derajat Celcius, maka akan disediakan bilik khusus bagi pemilih tersebut (point 13).
  13. Pemilih bersuhu tubuh di atas standar mencoblos di bilik suara khusus, lokasi terpisah, namun masih di lingkungan TPS.
  14. Lingkungan TPS dilakukan penyemprotan desinfektan secara berkala, yakni sebelum, di tengah, maupun paska pencoblosan.
  15. Pemilih yang usai mencoblos tidak lagi mencelup jari ke tinta, tetapi tinta akan diteteskan petugas ke jari pemilih.

Kalau pelayanan bagi pemilih yg isolasi mandiri atau dirawat di RS gimana? Nantikan status berikutnya…

Advertisements
Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *