Virus Paling Mematikan dibandingkan Corona

Loading...
Virus yang Lebih Mematikan dibandingkan Corona

Virus yang Lebih Mematikan dibandingkan Virus Corona – Sekarang ini, kita dalam masa pandemi Corona. Diyakini atau tidak, mau percaya atau tidak, faktanya banyak sekali orang yang tertular Covid-19. Bahkan, tidak sedikit dari yang tertular virus Corona meninggal dunia.

Dari itu semua, dampak penyebaran virus Corona di seluruh dunia memang membuat kita paranoid, karena penyebarannya memang tidak terduga. Sampai-sampai, banyak negara yang menarik warga negaranya dari negara lain, terutama yang tinggal di Cina, Wuhan, untuk mengindari penyebaran virus mematikan ini.

Tetapi, tahukah kalian, bahwa kalau ternyata penyebaran virus seperti ini itu pernah terjadi di masa lalu. Kira-kira penyebaran virus apa saja yang pernah terjadi dan sangat mematikan di masa lalu itu? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Virus yang Lebih Mematikan dibandingkan Corona di Masa Lalu

1. Black Death

Wabah ini disebut sebagai black death atau wabah hitam karena orang yang terinfeksi virus ini itu akan mengalami gejala “penghitaman” pada bagian kulit karena adanya pendarahan pada lapisan bawah kulit. Selain itu, akan muncul benjolan-benjolan pada kulit bagian leher, ketiak, dan pangkal paha akibat pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Berbicara benjolan tersebut, ternyata besarnya juga beragam. Mulai dari seukuran telur, hingga seukuran buah apel. Orang yang terkena virus ini hanya akan diberi harapan hidup selama satu minggu.

Ada beberapa cara penyebaran virus black death ini, yakni di antaranya:

  1. Melalui gigitan kutu
  2. Kontak langsung dengan hewan pengerat secara langsung seperti tikus
  3. Penyebaran melalui udara

Karena wabah hitam ini, banyak fanatisme akan kehidupan religi berkembang di Eropa yang berujung pada pengucilan orang-orang yang memiliki kelainan kulit, dan penyerangan terhadap kelompok tertentu, seperti orang Yahudi, biarawan, orang asing, pengemis dan peziarah. Hal tersebut mereka anggap bisa membantu mengatasi keberadaan wabah ini.

2. Flu Spanyol

Meski namanya terdengar aneh, yakni flu Spanyol, flu ini ternyata berasal dari Cansas, Amerika Serikat. Kenapa penyebutannya flu Spanyol? Dinamakan flu Spanyol dikarenakan penyebaran wabah ini meledak pada tahun 1819 dan menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Dinamakan flu Spanyol karena pemberitaan media-media Spanyol yang saat itu cukup terbuka dalam menyampaikan informasi pandemik wabah penyakir ini selama Perang Dunia Pertama.

Advertisements
Loading...

Penyebaran dari virus flu Spanyol ini melalui udar. Sehingga, penyebaran virus mematikan ini sangatlah cepat. Dalam waktu satu tahun, virus flu Spanyol telah menjangkiti sekitar 40% dari populasi dunia saat itu dengan estimasi korban meninggal karena wabah virus ini mencapai 50 juta, bahkan 100 juta jiwa atau 3-5% penduduk dunia saat itu.

Jumlah korban yang fantastis ini menjadikan virus flu Spanyol sebagai bencana paling mematikan sepanjang sejarah manusia.

Gejala Flu Spanyol

Gejala flu Spanyol ini mirip dengan flu pada umumnya, yakni seperti:

  1. Demam
  2. Mual
  3. Nyeri dan diare

Hal yang sering terjadi bagi orang yang mendritanya akan mengalami paru-paru basah atau pneonomia berat. Wajah pasien flu Spanyol akan membiru akibat kehabisan Oksigen karena paru-paru dipenuhi oleh zat berbusa dan berdarah. Pandemik flu Spanyol ini berakhir pada tahun 1916.

3. Ebola

Wabah Ebola ditemukan petama kali pada tahun 1976 di dekat sungai Ebola, Kongo, Afrika. Pada awal temuan wabah ini, terdapat lima jenis virus Ebola, dan empat di antaranya bisa menyebabkan penyakit pada manusia.

Virus Ebola dapat menyebar melalui kontak darah, cairan tubuh ataupun jaringan hewan, dan manusia yang terinfeksi virus ini. Prosentase kematian pasien yang terjangkit virus Ebola ini bisa mencapat 50%.

Pada tahun 1976, terdapat 318 orang yang terjangkit virus Ebola ini dan 218 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. 

Kasus meninggalnya akibat penyakit virus Ebola tertinggi terjadi pada tahun 2014 sampai 2016. Sebanyak 28.652 orang terjangkit virus Ebola ini, dan sebanyak 11.325 orang akhirnya meninggal dunia.

Itulah beberapa penyakit akibat virus paling mematikan dibandingkan Corona. Semoga kita selalu diberikan kesehatan dhohir batin, aamiin.

Advertisements
Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *