Mengenal Planet di Tata Surya Kita – Menyeramkan!

Advertisements
Loading...
Mengenal Planet di Tata Surya Kita - Menyeramkan!

Planet-planet di tata surya kita – Perlu sahabat Ceriwit ketahui, bahwa ke delapan planet di tata surya kita memang tersusun sangat unik. Bahan penyusunannya antar planetpun berbeda-beda dengan ciri khas masing-masing. Kamu mau tidak saya ajak jalan-jalan menyusuri semua planet di tata surya kita, dari Matahari sampai ke planet terluarnya?

Mari, silakan ikuti perjalanan menyenangkan ini…

Baca juga: 15 Fakta bentu bumi yang sangat aneh

Materi, Susunan dan Penjelasan Rinci Planet di Tata Surya Galaxi Bima Sakti

Kita mulai dari planet pertama…

Matahari

Materi, Susunan dan Penjelasan Rinci Matahari
Materi, Susunan dan Penjelasan Rinci Matahari
Kita mulai ekspedisi ini dari matahari. Matahari merupakan sebuah bola raksasa dan plasma sangat panas. Kamu pasti sudah mengenal lebih jauh mengenai pembagian Zat. Kala di SD atau SMP, kita kerap kali mendengar pembagian zat menjadi 3, yakni zat padat, zat cari dan gas. 

Namun, kalau ada pertanyaan mengenai api, api termasuk dalam zat mana? Silakan masukkan jawabanmu ke kolom komentar ya sob…

Perlu kamu ketahui, bahwa inti/core matahari itu membentang hingga 25% dari total radiusnya. Gaya gravitasi di dalamnya mampu menghasilkan suhu dan tekanan ekstrim sehingga gas Hidrogen mengalami reaksi fusi (fusion) menjadi Helium. Apa itu reaksi fusi? Silakan buka kembali pelajaran Fisika kelas XII, hehe.
Ilustrasi gambaran ini matahari
Ilustrasi gambaran ini matahari
Pada lapisan inti matahari ini bersuhu kira-kira 15 juta derajat Celcius. Semua energinya bergerak menuju zona radiasi. Waktu rata-rata yang diperlukan untuk memindahkan energi dari inti matahari ini menuju zona konvektif berikutnya adalah selama 170 ribu tahun. Di zona ini, gelembung plasma panas melayang-layang menuju permukaan matahari. Dari sini, lapisan kasat mata dengan ketebalan 483 km berpangkal. Zona gas itulah yang sering kali kita dengar dengan istilah Listosfer.

Litosfer bersuhu 5.500 derajat Celcius. Pada bagian ini terdapat bagian yang dinamakan granula (sel plasma yang berdiameter kurang lebih 966 km). 
Sekarang kita menuju mahkota matahari yuk. Apa itu mahkota matahari? Inilah yang kita tahu sebagai sebuah atmosfir tipis matahari, dan uniknya suhu di mahkota matahari ini juga masih sangat panas, yakni berkisar 2 juta derajat Celcius. Itulah sekilas mengenai isi inti matahari dan seluk beluk permukaannya. Sekarang kita segera menuju planet terdekatnya yuk, di sini panas, hehe…

Merkurius


Materi, Susunan dan Penjelasan Rinci Merkurius
Materi, Susunan dan Penjelasan Rinci Merkurius
Merkurius merupakan planet pertama kita di galaxy bima sakti. Dari ke-4 planet dalam, dimternya ternyata kurang lebih 4.800 km di ekuatornya. Fakta unik lainnya, Merkurius juga merupakan planet terpada ke-2 setelah Bumi. 

Inti Merkurius berupa logam raksasa dengan ukuran hampir 85% dari volumenya. Kandungan utama planet Merkurius ini adalah bezi/Fe. Kandungan besi di dalam planet Merkurius ini adalah paling melimpah dibandingkan dengan planet lainnya di tata surya kita. 

Penemuan terbaru menyatakan bahwa inti dalam Merkurius kemungkinan sangat padat dengan inti luarnya berupa logam cair. Kulit luarnya tersusun atas mantel batuan kerak padat. Adapun ketebalan pada bagian ini berkisar 400 km. Karena berukuran sangat kecil, planet Merkurius tidak bisa menahan atmosfirnya yang terbuat dari Hidrogen dan Helium. Jarak planet Merkurius ini juga sangat dekat dengan matahari. Oleh karena itulah, angin matahari selalu menyapu lapisan atmosfir tipis yang yang ada.

Venus


Kita telah sampai ke planet terpanas di dalam susunan tata surya kita, yakni Venus. Suhu rata-ratanya mencari 465 derajat Celcius. Coba kamu bayangkan!. Di rumahmu dengan suhu 53derajat Celcius saja sudah terasa sangat panas sekali; apalgi dengan suhu di Venus; bisa gosong bro, hehe… Saking panasnya, logam timahpun akan leleh di atas permukaan planet Venus. 

Tekanan di permukaan Venus serata dengan tekanan di bawah air laut pada kedalaman berkisar 914 meter kalau di bumi. Inti logam pada Venus ini adalah 3.900 km. Jarak segitu kurang lebih ya jarak antara Aceh sampai Bali (pulau dewata).
Lapisan berikutnya merupakan sebuah mantel batuan cair dengan ketebalan kurang lebih 1.930 km. Lapisan dalam Venus tertutup kerak yang tersusun dari batuan basal. Lapisan ini bertebal kurang
lebih 10 – 20 km.

Atmosfir di Venus sangat pekat sekali. Hal ini dikarenakan bahwa 96% nya terdiri dari CO2 (Karbondioksida); 3% berupa Nitrogen, dan sisanya merupakan awan-awn tebal Asam Sulfat (H2SO4).

Selanjutnya mari kita menelusuri planet yang kita tinggali, yakni Bumi.

Bumi

Bumi merupakan planet terpadat di tatas surya kita. Ukuran inti bumi adalah berkisara 15% dari volume totalnya. Di dalamnya terdapat 2 bagian, yakni inti luar dan inti dalam. Inti dalam bumi merupakan sebuah bola padat yang tersusun atas logam Besi dan Nikel. Radiusnya adalah 1.220 km, atau berkisar sekitar 20% dari radius total bumi dan 80% dari radius bulan.

Inti luar bumi berwujud cair dengan tebal berkisar 2.400 km. Zat penyusun inti luar bumi juga berupa logam Besi dan Nikel, namun tekanannya kecil untuk membuat inti luar ini menjadi padat (solid). Adapun suhu di tepi inti dalam dan luar adalah 6.000 derajat Celcius (sepadan dengan panas di permukaan Matahari). Adapun tekanan pada daerah ini 3,3 juta kali lipat dari tekanan atmosfir di permukaan laut.

Inti luar bumi diselimuti sebuah mantel dengan ketebalan berkisar 2.900 km dan ukurannya hampir 84% dari volume total bumi. Lapisan ini tersusun dari batu silikat yang kaya akan besi dan magnesium.

Lapisan kerak bumi relatif tipis karena cuma berukuran 1% dari volume total bumi. Kerak bumi dan bagian mantel atasnya terpecah menjadi lempeng tektonik. Lempeng tektonik ini akan melepaskan energi panas yang berasal dari bagian dalam bumi dan gerakannya secepat dengan pertumbuhan kuku kita.

Kerak bumi sebagian besar tersusun atas oksigen, silikon, alumunium, besi, dan bahan lainnya. Nah, itulah sejatinya kenampakan utama dari bumi, tempat peraduan kita ini.

Loading...

Mars

Planet Mars sering kali disebut sebagai planet merah. Ada yang tahu kenapa? Silakan masukkan jawabanmu ke kolom komentar ya…

Planet Mars merupakan planet dalam terakhir (terestrial). Disebut dimikian karena planet ini terdiri dati batu dan logam. Inti planet Mars kebanyakan tersusun atas besi, nikel dan belerang. Radiusnya berkisar 1.040 km sampai dengan 1.930 km.

Bagian inti ini tidak bergerak sehingga medan magnet di mars tidak cukup kuat. Kekuatan medan magnetnya cuma berkisar 0,01% dari total medan magnet bumi yang kita tinggali ini. Mantel yang menyelebungi inti planet mars terdiri dari silika tebal, oksigen, dan sebagainya. Mungkin saja seperti pasta gigi gel yang membatu, hehe.

Mantel mars juga lebih tipis dari mantel bumi. Ketebalannya cuma 1.300 km sampai 1.700 km. Kerak yang tipis ini terdiri dari batuan basal vulkanik. Para astronom meyakini kerak ini tidak terpecah menjadi lempeng tektonik kecil tetapi tetap utuh. Lapisan ini tertutup oleh debu halus berwarna kemerahan yang terlihat seperti bedak “talek”.

Jupiter

Planet yang satu ini memang agak berbeda dengan planet-planet yang sudah kita singgahi tadi. Ukurannya paling besar di tata surya kita ini, dan wujudnya berupa raksasa gas. Kalau ukurannya 80x lebih besar, Jupiter bisa saja menjadi “bintang kerdil merah”. Tapi, jika kamu mencoba mendarat di planet Jupiter menggunakan parasut, maka bisa saja kamu akan terus ke bawah. Karena permukaan planet Jupiter ini tidak ada yang keras.

Sebenarnya  belum ada yang tahu pasti sih kalau inti Jupiter berupa bola cair atau batuan padat.

Massa planet Jupiter 14-18 kali massa Bumi. Ada juga bukti yang menjelaskan kalau ini raksasa gas ini mungkin sedang meleleh. Entahlah, namun yang jelas suhu pada bagian inti Jupiter berkisar 35.000 derajat Celcius.

Sekitar 95% atmosfir Jupiter berupa Hidrogen; 10% sisanya terdiri dari Helium dan sekelumit gas. Karena tekanan atmosfirnya sangat kuat, semakin ke dalam, Hidrogen dan Heliumnya akan menjadi cairan yang sangat padat. Di dekat intinya, cairan ini berubah menjadi cairan Hidrogen metalik dan Helium.

Struktur tanah di Jupiter tidak ada yang padat. Karena itulah, para astronom memastikan tekanan atmosfir di permukaan Jupiter sekuat Bumi. Namun sayangnya, kita tidak akan bisa menapakkan kaki di situ karena wujudnya berupa gas dengan tarikan gravitasinya 2,5 kali dari gravitasi Bumi.

Saturnus

Kecepatan angin di planet Saturnus ini berkisar 1.770 km per jam di ekuatornya. Planet Saturnus ini juga mempunyai cirikhas unik, yakni sebuah cincin berukuran besar. Kebanyakan, Saturnus tersusun atas Hidrogen dan Helium serta sedikit metana, amonium, dan air. Namun, kandungan gas belerangnya lebih tinggi jika dibandingkan di Planet Jupiter. Dari situ, terbentuklah “kabut orange”.

Atmosfir Saturnus tidak berbeda jauh dari permukannya. Namun, semakin ke dalam akan semakin tinggi tekanannya, dan hidrogennya berubah menjadi cair. Di dekat intinya, gas cair ini berubah menjadi hidrogen metalik.

Seperti halnya jupiter, inti saturnus ini bisa saja berbatu serta hidrogen dan heliumnya mengitari inti ini. Meski terbuat dari bahan berbatu, intinya tetap cair.

Densitas/kepadatan saturnus ternyata paling rendah jika dibandingkan dengan planet yang berada di tata surya kita, atau berkisar 1/8 kali densitas bumi. Namun tetap saja, volume Saturnus besar sekali, yakni 95 kalinya bumi.

Demikian sekilas informasi mengenai Mengenal Planet di Tata Surya Kita – Menyeramkan!. Apabila kamu merasa mendapatkan ilmu saat usai membaca artikel ini, silakan share pada teman-temanmua ya. Semoga bermanfaat, salam.

Advertisements
Loading...
Tags:,

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *