Apa yang Terjadi Jika Bayi Lahir di Pesawat?

Advertisements
Loading...

Loading...
Bahaya Bayi Lahir di PesawatBayi Lahir di Pesawat. Apa yang Akan Terjadi? – Apa yang akan terjadi jika bayi dilahirkan di pesawat? Pertanyaan ini mungkin jarang sekali terlintas di benak seseorang. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa hal itu bisa saja terjadi. Kalau begitu, kira-kira apa jawabanmu? Mari kita simak dan baca penjelasan  dari Ceriwit.
Saat kamu mengerjakan tugas kantor ke luar kota, mau tidak mau kamu harus menggunakan mode penerbangan. Gepattsehsri sebelumnya, kamu sudah mempersiapkan segala sesuatunya dan tibahlah waktu keberangkatanmu di bandara. Saat itu, kamu melihat sosok perempuan hamil tua. Yah, perkiraan sudah hampir 9 (sembilan) bulan kehamilan. Prediksi mu, tentu saja ibu hamil tadi bisa melahirkan kapan saja, termasuk saat melakukan perjalanan melalui pesawat terbang.
Namun, jika kamu mengalamai hal yang sama, bisa saja kamu akan mengira-ira kejadian selanjutnya.
Berdasarkan SOP yang ditetapkan setiap bandara, kemungkinan lahirnya ibu hamil di pesawat saat melakukan penerbangan adalah kecil. Alasanya kenapa bisa demikian, ada berberapa hal.
Kemungkinan pertama
Dokter biasanya akan melarang ibu hamil untuk melakukan penerbangan dalam kurun waktu 4 (empat) minggu hari perkiraan lahir (HPL). Selain itu, sulit membayangkan jika ada perempuan hamil yang mau melakukan perjalanan jauh melalui mode transportasi udara. Hal ini bukan tanpa alasan. Karena, perjalanan jauh akan memberikan dampak lelah yang luar biasa bagi siapapun; apalagi seorang ibu hamil tua.
Kamu bisa bayangkan! Bagaimana repot dan capeknya seorang perempuan muda yang hamil hampir 9 (sembilan) bulan melakukan perjalanan jauh melalui jalur penerbangan. Kita saja yang tidak dalam kondisi demikian, rasa lelah dan capeknya minta ampun. Penerbangan jarak jauh, sejatinya juga melelahkan bagi siapa saja.
Selain itu, kamu juga bisa membayangkan jika harus berdesakan di ruang sempit dengan perut besar. Selain itu, saya yakin si ibu sudah mempersiapkan keperluan si kecil ketika ia lahir. Mulai dari menghias kamarnya, sampai membeli pakaian kecil yang imut. Di pasti akan lebih senang dikelilingi keluarga dan suaminya dibandingkan dengan orang asing. 
Namun sekali lagi, itulah kehidupan. Lika-likinya siapa yang tahu. Dan terkadang, sesekali kita memang harus merasakan pergi ke suatu tempat yang memang mewajibkanmu menggunakan pesawat terbang. Jika demikian adanya, mau tidak-maunsi kecil di ddal kandungan juga harus ikut terbang bersama ibunya.
Akhirnya, semua cerita ini dimulai…
Memasuki 10 jam pertama penerbangan yang melelahkan, kamu sadar ada yang tidak beres. Awak pesawat yakni pramugari selalu mengunjungi penumpang di kursi belakang. Selanjutnya, mereka membantu penumpang tersebut berpindah ke ruang bisnis atau kelas I. Karena sangat ibu tidak cukup uang untuk melahirkan di kelas ekonomi. Jika diruang tersebut tidak ada, kemungkinan lain yang bisa dilakukan adalah dengan membantu persalinan di ruang dapur pesawat.
Kamu melihat seorang pramugari mengambil kain handuk di kamar mandimandi,  sementara yang lain membawa air kemasan.
“Apakah ada dokter atau perawat di pesawat ini?”, Gumamku dalam hati.
Awak pesawat mungkin bukanlah tenaga ahli medis, namun meraka sudah belajar menjalani situasi singkat dan genting seperti ini. Meskipun begitu, sebagian besar pramugari mengakui membutuhkan tenaga ahli seperti dokter atau perawat dari pesawat, dan berharap pasien bisa dirawat oleh mereka. Namun, jika terpaksa mereka juga bisa membantu proses persalinan si Ibu; dan beberapa dari mereka mungkin juga pernah melakukannya.
Untungnya bagi sang ibu,  di dalam pesawat tersebut ada dokter dan perawat yg bersedia membantu si ibu.
Lalu bagaimana dengan suplynya?
Saya rasa, melahirkan di pesawat memang membutuhkan suply yang banyak, dibanding dengan keperluan si bayi. Maksud suply ini adalah segala peralatan dan kebutuhan dasar bagi seseorang yang akan melahirkan di pesawat, terlebih bagi si ibu. Jadi, apakah mereka cuma bisa berharap bisa membantu sekedar selimut dan pakaian untuk si bayi. Namun sayangnya, saya tidak membawa semua peralatan itu semua. Namun, jika penumpang lain bisa membantu, silakan saja berikan bantuannya, hehe.
Perlu kamu tahu, bahwa peralatan kesehatan di pesawat juga cukup banyak sesuai kebutuhan yang lazim terjadi. Seperti spons beralkohol, sarung tangan, penghilang rasa sakit, klem, dan alat penyedot lendir bayi. Selain semua peralatan itu, pasokan oksigen juga menjadi sesuatu yang wajib ada di dalam pesawat. Karena bisa saja jika kondisi tadinterjadi, maka si bayi akan sulit bernafas di ketinggian tersebut.
Kelengkapan peralatan medis sangat ditentukan oleh besarnya pesawat dan durasi penerbangan. Tapi memang ada peraturan khusus yang harus dimiliki setiap pesawat dengan tujuan untuk memastikan keamanan dasar jika terjadi keadaan darurat.
Pertanyaan selanjutnya, apakah mungkin dilakukan pengalihan rute penerbangan bagi si ibu tadi?
Bukannya egois, tapi sepertinya hal itu harus memenuhi berberapa kriteria pengalihan rute penerbangan. Pendaratan pesawat bisa dilakukan,  namun tidak wajib, dan sepertinya akan dihindari. Para pilot dan awak kabin akan selalu menimbang tingkat kedaruratan ituitu sendiri, dan di mana lokasi pesawat saat itu. Misalnya apakah jika tidak dilakukan pengalihan, apakah si ibu bisa ditangani kesehatanya dengan baik, atau memang di pesawat sudah tidak memungkinkan untuk melakukan perawatan. Bisa jadi, jumlah tanaga relawan dengan awak kabin tidak cukup untuk merawat sang ibu. Hal itu yang akan menentukan keputusan pilot untuk melakukan pengalihan rute penerbangan atau tidak.
Dengan menimbang berbagai nilai manfaat dan madlorotnya, akhirnya pengalihan rute penerbangan dibatalkan. Sepertinya kelahiran di atas pesawat ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi untuk dilakukan dan cukup aman untuk dilakukan sampai pada lokasi tempat tujuan para penumpang. Ada dokter di pesawat, para awak kabin yang cekatan, peralatan medis lengkap dan ada juga relawan medis dari penumpang.

Advertisements
Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *