Apa yang Akan Terjadi Jika Semua Air Menjadi Asin?

Advertisements
Loading...

Oke, mari kita luruskan dulu. Pada dasarnya, semua air memang sudah asin. Garam yang berada di lautan dan samudera memang berasal dari darat yang terbawa oleh sungai. Air sungai bersifat tawar karena sanitasnya jauh lebih rendah. Karena airnya selalu bergerak, maka kandungan garam di dalamnya tidak bisa terakumulasi. Ditambah lagi, air hujan akan semakin membuatnya tawar.

Sebenarnya, air yang kita minum tidaklah benar-benar tawar, pasti di dalamnya terkandung garam.Pertanyaannya, misalkan saja seluruh air di dunia ini semuanya menjadi lebih asin, apa yang akan terjadi?Kita akan menghadapi masalah yang serius tentunya. Tidak percaya? Silakan saja baca ulasannya berikut ini.

Baca juga: 65 Fakta Unik Tubuhmu yang Harus Kamu Tahu

Dampak Jika Semua Air Menjadi Lebih Asin

Laut mati merupakan sebuah laut yang kerap kali dijadikan kunjungan wisata. Namun, tahukah kamu seberapa besar kandungan garamnya? Laut mati ini, airnya memupnyai kandungan garam tertinggi di seluruh dunia. Saking tingginya, kamu bisa mengapung di laut mati tanpa perlu bersusah payah berenang. Walaupun demikian, fenomena air asin, mungkin hanya itu saja yang bisa kita temukan sisi positifnya.
Dalam kondisi air dengan kandungan garam tertinggi di dunia tersebut, hampir tidak mungkin bisa ditemukan adanya kehidupan di dalamnya. Oragnisme yang mampu hidup di laut mati hanyalah bakteri terkuat. Di dalam laut mati tidak ada kehidupan ikan, mamalia laut, burung (aves) yang terbang di atasnya. 
Maka jelas saja, kalau semua air di dunia ini mempunyai kandungan garam yang tinggi seperti di laut mati, maka tidak akan ada kehidupan yang kompleks di dalamnya.

Umumnya, salinitas air di lautan akan 10 kali lebih rendah dari laut mati. Memang cukup aman bagi makhluk laut, tetapi tidak demikian untuk tubuh organisme darat, termasuk manusia. Karena, tubuh tersebut tidak akan mampu memproses salinitas air laut setinggi ini.

Kandungan penyusun garam

Jika kalian teringat saat belajar Kimia saat di SMA, kalian akan tahu, bahwa garam merupakan unusur kimia Natrium dan Clorin, maka sering kali kita mendengar kata NaCl. Kedua unsur tersebut terdapat di dalam tubuh kita dengan komposisi sembang.Kalau saja kita sampai kekurangan atau kelebihan dari salah satu unsur Na dan Cl, kita akan mengalami masalah kesehatan.

Sejatinya, garam bisa menahan cairan di dalam tubuh kita.Mungkin itu sebabnya, kamu akan kurang suka bercermin di pagi hari, jika malamnya banyak mengkonsumsi makanan asin. Garam memang membuatmu haus, itulah sebabnya kamu akan banyak minum. Natrium klorida yang sudah ada di dalam tubuh juga tidak akan melepaskan air, sehingga wajahmu akan lebih berisi.

Tingginya kadar garam pada makanan akan bisa menaikkan tekanan darah sehingga akan menyebabkan masalah kesehatan serius.

Seperti yang sudah saya katakan, garam akan membuatmu cepat haus. Jika demikian, itu tandanya tubuhmu kekurangan air untuk membuang kelebihan garam.

Ginjalmu hanya mampu memproses kadar garam dalam prosentase tertentu saja. Dan kalau saja kandungan garam di tubuhmu terlalu banyak, maka air harus tetap tertahan di dalamnya. Namun, hanya air tawar saja yang mampu menjalankan peran ini.

Sebenarnya kenapa sih kalau kita minum air laut malah akan semakin haus?

Minum air garam akan semakin membuatmu haus, hal itu dikarenakan kadar Natriumnya lebih dari kadar maksimum.

Walaupun cerita akan kandungan garam memiliki dampak yan begiru kentara, namun tidak serta merta kandungan garam tidak serta merta memusnahkan kehidupan. Ikan dan kehidupan laut lain serta ganggang masih bisa hidup di air asin. Tetapi mungkin bagi hewan dan tumbuhan darat, mereka tidak akan bisa mengasup air tawar dari sumber-sumber di bawah tanah.

Seluruh proses evolusinya akan sangat berlainan. leluhur hewan darat sekarang mungkin hidup di dalam air dan tidak pernah menjejakkan kakinya di daratan yang kering dikarenakan tidak akan bisa minum. Kondisi kita mungkin saja juga tidak akan berubah seperti sekarang ini. Kemungkinan, makhluk hidup masih muncul tetapi tempat hidupnya di air bukan di darat. Kendalanya, maklhuk hidup primata kuno memiliki alat gerak yang bisa digunakan untuk membuat dan memakai peralatan. Dengan begitu, mereka bisa membuat peralatan yang semakin canggih.

Di bawah air, hewan-hewan tidak perlu tangan karena alat geraknya berupa sirip dan ekor untuk membantu berenang, menangkap mangsa, atau menghindar dari predator. Ekor saja juga masih belum cukup untuk berenang, karena gerakannya akan lebih lambat dari spesies yang lebih linca.

Loading...

Ikan Lumba-lumba terbukti sangat cerdas sehingga bisa menempati puncak rantai makanan dan bisa menggeser posisi manusia. Namun, karena Lumba-lumba tidak bisa membuat dan menggunakan peralatan, maka daya kognitifnya akan berhenti berkembang atau setidaknya terus melambat. Sebagai akibatnya, peradaban akan lambat terbentuk (kalau memang pernah ada). Bisa dikira aneh sih, namun satu-satunya asumsi yang bisa saja muncul dalam kondisi tersebut adalah munculnya manusia ikan, hehe.

Baca juga: Alasan Jangan Menyalakan HP di POM Bensin

Dalam ilustrasi kita, manusia ikan akan mempunyai ekor yang sangat kuat dan bersirif besar, namun bentuk tubuhnya tidak menyerupai tubuh manusia. Bisa saja akan bertubuh ramping seperti Lumba-lumba, untuk memudahkannya bergerak di dalam air. Mereka bisa saja mempunyai tangan seperti kita untuk menggunakan peralatan. Perbedaannya, di sela-sela jari-jemarinya akan terdapat selaput agar bisa berenang dengan lebih efisien. Manusia ikan tersebut bisa juga mempunyai insang agar bisa bernafas di bawah air tanpa harus sering-sering muncul ke permukaan seperti para mamalia laut.

Peradaban sebuah sebagai tempat tinggal mereka mungkin saja akan sama dengan penayangan di film-film sains fiksi. Di permukaan dan di bawah air, teori Fisika akan berlaku tak sama karena tekanan dan resistansinya jauh lebih besar daripada di udara. Kalau kamu pernah memukul paku di bawah air, maka akan tahu dengan konsep ini.

Intinya, untuk bisa menggunakan peralatan yang biasa kita gunakan, manusia ikan harus mempunyai tangan ekstra kuat; dan tentunya mereka tidak akan bisa menggunakan api. Kemungkinan yang bisa terjadi, mereka bisa saja akan memanfaatkan sumber mata air panas untuk menghidupkan mesin pada peradaban yang lebih berkembang.

Arus listrik di bawah air juga akan membantu. Kita tahu, dalam penemuan ilmu pengetahuan modern saat ini, air garam merupakan penghantar arus listrik yang baik. Ingat mata pelajaran Kimia tentang elektrolisis? Dengan begitu, mereka akan bisa mengaliri listrik di rumah dan kotanya tanpa memerlukan kawat tembaga seperti sekarang ini; atau bisa saja menggunakan bio pendar.

Berbicara makhluk bio pendar, ada banyak sekali hewan dan tumbuhan laut dalam yang memanfaatkan bio pendar untuk melakukan navigasi di dalam air; dan manusia ikanpun bisa menafaatkannya.

Alternatif lainnya, manusia ikan bisa saja menjadi manusia berdarah dingin. Metabolisme tubuhnya akan berjalan sangat lambat agar bisa hidup berabad-abad. Sama seperti ikan hiu Greenland yang hidupnya bisa mencapai 400 tahun. Hal itu karena makhluk yang satu ini tidak banyak menghabiskan energi, maka hiu ini tidak digolongkan ke dalam mamalia.

Manusia ikan saya kira juga tidak perlu menghangatkan tubuh dan rumhanya, sehingga mereka bisa fokus mengembangkan industri sangat pesat. Lagi pula, kalau manusia bawah air ini berevolusi menjadi hewan berdarah dingin, mereka akan memiliki kesempatan untuk menikmati teknologi yang lebih canggih dari yang kita miliki saat ini. Meski begitu, di atas permukaan laut juga akan terjadi perubahan drastis.

Apa yang Akan Terjadi Jika Semua Air Menjadi Asin

Kalau semua air berubah menjadi asin, daratan akan berubah menjadi gurun gersang. Makhluk hidup tidak akan bisa bertahan hidup tanpa minum. Tidak akan ada lagi tumbuhan hijau dan subur karena daratannya akan diselimuti gurun dan bebatuan, atau daratan ber-es seperti antartika. Suhu atmosfir juga akan lebih dingin atau malah lebih panas tergantung dari kedihupan yang berlangsung di bumi.

Baca juga: Alasan Jantungmu sebagai Mesin Terkuat di Dunia

Kesimpulan

Tanpa tumbuhan, kita bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Tanpa tumbuhan, kadar oksigen akan jauh menurun. Terlebih lagi, menurunnya populasi hewan dan manusia akan mengurangi jumlah CO2 (Karbon Dioksida). Kehidupan di bawah air juga akan menghasilkan Oksigen dan Karbon Dioksida. Jadi, jumlah gas yang dihasilkan oleh penghuni laut, juga akan menentukan suhu bumi. Intinya, permukaan bumi akan terlihat jauh berbeda kalau semua airnya asin. Dan beruntungnya, saat ini tidak demikian. Kita punya air tawar yang bisa siap pakai. Dengan begitu, kita tidak perlu menjadi manusia ikan, hehe. 

Demikian sahabat Ceriwit, sekilas informasi mengenai Apa yang Akan Terjadi Jika Semua Air Menjadi Asin. Jika kamu sudah belajar hari ini, dan merasa mendapatkan ilmu saat membaca artikel ini, silakan absen di kolom komentar. Dan jangan lupa share artikel ini pada teman-temanmu ya, salam.

Advertisements
Loading...
Tags:

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *