Jenis Lisensi Windows 10 – OEM, Retail dan Volume [Perbedaan dan Kelemahannya]

Advertisements
Loading...
Jenis Lisensi Windows 10 - OEM, Retail dan Volume [Perbedaan dan Kelemahannya]

Kenali Kelebihan dan Kekurangan Lisensi OEM, Retail dan Volume di Windows 10 – Pasca Sobat melakukan install Windows X, atau bisa juga Windows 7, 8, atau Vista maka hal penting yang harus dilakukan adalah melakukan aktivasi Windows.

Nah, guna melakukan aktivasi Windows secara legal (bukan bajakan) sesuai dengan kepemilikan berdasarkan paket pembelian yang Anda lakukan, maka anda memerlukan sebuah lisensi resmi dari Windows.

Jika anda termasuk kategori nubi dalam dunia sistem operasi Windows, mungkin anda berfikiran bahwa kode aktivasi windows (lisensi Windows) yang selama ini dipakai pada Windows original hanya satu macam. Padahal, sebenarnya ada 3 type lisensi Windows yang beredar di tengah masyarakat pengguna komputer. Ketiga jenis lisensi Windows tersebut fungsinya pada dasarnya sama, yaitu untuk melakukan aktivasi sistem operasi Windows. Namun, ada perbedaan dari segi persyaratan penggunaan dan hak cipta yang harus dipatuhi pengguna.

Baca juga: 9 Alasan Kenapa Apple adalah Brand Terbaik

Perbedaan Lisensi OEM, Retail dan Volume di Windows 10

Umumnya, saat membeli sebuah operating system Windows, anda akan mendapatkan 3 jenis lisensi yaitu OEM, Retail dan Volume. Dimana ke 3 lisensi tersebut mempunyai spesifikasi keunggulan dan fitur yang berbeda, dengan mengacu pada persyaratan dan hak cipta berdasarkan Software License Term Microsoft.

Pada artikel kali ini, saya akan memaparkan mengenai perbedaan utama pada Lisensi OEM, Retail, dan Volume di Windows 10:

1. OEM

OEM kepanjangan dari Original Equipment Manufacture. Lisensi ini dirilis oleh perusahaan vendor. Salah satu fitur dari lisensi OEM pada windows 10 ini adalah tidak dapat dipindahkan ke mesin lain. Sehingga, apabila sebuah Laptop sudah pre-install dengan Windows 10 di dalamnya, maka Lisensi OEM lah yang tertanam didalamnya dan tidak dapat dipindahkan lisensinya ke laptop lain.

Maknanya, jenis lisensi OEM ini merupakan lisensi yang umumnya sudah terinstall pada hardware perangkat komputer, entah itu PC Dekstop atau Laptop tertentu. Jadi, ketika anda membeli sebuah Laptop baru dan di dalamnya sudah terdapat Windows (jangan disalah artikan diinstall oleh penjaga toko ya), maka lazimnya jenis lisensi yang digunakan Windows tersebut adalah lisensi OEM.

Kelebihan dari lisensi Windows OEM adalah lebih hemat. Karena anda cukup membeli laptop yang sudah terinstall windows OEM tanpa harus membeli lisensi windows lagi. Namun kekurangannya adalah anda tidak memperoleh support dan dukungan dari Microsoft, melainkan hanya disupport oleh toko atau vendor PC yang Anda gunakan. Jadi, jika terjadi masalah pada lisensi OEM yang tertanam pada Laptop anda, maka anda hanya bisa menyampaikan keluhan dan mendapatkan solusi dari vendor Laptop.
2. Retail

Lisensi windows retail yang biasa disebut FPP (Full Packed Product). Biasanya didapatkan ketika kamu membelinya di toko retail ataupun secara online. Berbeda dengan lisensi OEM, kamu bisa memindahkan lisensi Retail dari PC 1 ke PC lainnya.

Loading...

Seluruh komunikasi ketika ada kendala, Anda bisa langsung menghubungi pada vendor yang anda beli, atau maka anda tinggal install ulang atau menghubungi costumer service Microsoft. Lisensi retail Windows akan mendapatkan live support sepenuhnya dari Microsoft. Jadi, ketika terjadi masalah dengan lisensi retail yang sudah anda beli, maka anda cukup menghubungi costumer service Microsoft untuk mendapatkan solusi dari permasalahan yang anda hadapi. Tapi, tentu saja hal ini berlaku jika anda membeli dari Microsoft Store atau dari toko yang resmi.

Kekurangan dari lisensi windows retail adalah harganya yang sangat mahal jika dibandingkan dengan jenis lisensi windows home saja lainnya, yah pada kisaran harga 1,5 juta. Selain itu, seperti yang telah saya katakan di atas, lisensi retail tidak dapat dipasang pada lebih dari satu komputer secara bersamaan. Tapi, meskipun mahal lisensi retail ini sangat cocok dan sesuai syarat untuk penggunaan personal.

3. Volume

Lisensi windows jenis volume ini umumnya dipakai untuk perusahaan yang memiliki perangkat komputer yang banyak. Lisensi Volume ini bisa mengaktivasi lebih dari 1 mesin, banyaknya tergantung dari Volume Licensing Agreements yang dibuat antara perusahan dan penjual lisensi. Untuk lisensi jenis ini digunakan oleh Edisi Windows 10 Enterprise.

Tentu saja liesnsi ini lebih irit daripada semua komputer pada perusahaan tersebut harus dibelikan lisensi retail. Mengenai banyaknya jumlah komputer yang dapat digunakan pada satu lisensi, maka hal tersebut tentu saja tergantung pada kesepakatan pihak Microsoft dan pihak perusahaan.

Kekurangan dari lisensi Volume adalah karena secara persyaratan tidak dapat digunakan oleh individu atau personal. Tapi tidak dapat dipungkiri bahwa banyak pengguna Windows yang menggunakan lisensi Volume pada komputer pribadi (bukan komputer perusahaan). Lalu, apakah hal demikian legal? Bisa dikatakan legal karena lisensi tersebut juga dikeluarkan oleh Microsoft. Hanya saja, tidak “etis” ketika menggunakan lisensi volume yang ditujukan untuk perusahaan pada komputer pribadi.

Cara Mengetahui Jenis Lisensi Windows pada Laptop Anda

Untuk mengetahui jenis lisensi windows yang terdapat pada laptop/PC anda itu sangat muda. Anda tinggal melakukan langkah di bawah ini:

1. Silakan buka Command Promt. Cara membuka Command Promt adalah dengan menekan tombol [windows + R] -> ketikkan cmd dan tekan enter.

2. Silakan ketikkan perintah slmgr -dli

Akan muncul laman informasi jenis lisensi windows yang Anda gunakan. Beriktu ini adalah jenis lisensi yang saya gunakan:

Cara Mengetahui Jenis Lisensi Windows pada Laptop Anda
Cara Mengetahui Jenis Lisensi Windows pada Laptop Anda

Demikian sekilas informasi mengenai Jenis Lisensi Windows 10 – OEM, Retail dan Volume [Perbedaan dan Kelemahannya]. Semoga bermanfaat, salam.

Advertisements
Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *