Berapa Kerugian Kemacetan Jakarta? Wow, Fantastis!

Advertisements
Loading...
Berapa Kerugian Kemacetan Jakarta? Wow, Fantastis!

Dampak Banjir Terhadap Perekonomian Jakarta – Banjir memang sebuah fenomena alam yang terjadi karena tumpukan asupan air berlebih di permukaan tanah, yang tidak bisa diserap oleh pori-pori tanah. Tentu saja, karena pembicaraannya banjir, maka kita lekat dengan yang namanya fluida berupa cairan.

Nah, berbicara fluida, kamu juga harus tahu, bahwa yang namanya fluida, dalam hal ini air, bisa saja mengalir dengan jumlah volume per detik akan beriringan dengan energi di dalamnya. Dengan adanya energi sedemikian hingga, maka jika sudah muncul kata “banjir” tentu saja akan membawa dampak yang begitu besar, misalnya saja runtuhnya gedung atau putusnya jembatan. Semua itu tidak lain dan tidak bukan karena keberadaan banjir.
Beberapa saat lalu, kita kerap mendengar pemberitaan di Jakarta akan terjadinya banjir yang terjadi beberapa hari. Curah hujan yang begitu tinggi baik di kawasan hulu (di Bogor) maupun di Jakarta sendiri tidak sebanding dengan pori tanah penyerapan air, atau kemampuan sungai sebagai wadah debit air menuju laut. Banjirpun tak bisa terelakkan.
Itulah beberapa masalah yang saat ini terjadi di DKI Jakarta. Selain dari problematika tahunan di atas, ada satu lagi masalah lain, yakni kemacetan di DKI Jakarta. 
Baca juga: India Berwisata Antariksa. Indonesia Kapan?

Data Total Kerugian Kemacetan DKI Jakarta

Data Kemacetan Kota di Dunia
Dilansir melalui laman detikcom, berdasarkan penuturan Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta, beliau bercita-cita dan mem-planingkan menargetkan Jakarta tidak akan lagi masuk ke dalam 10 kota termacet di dunia. Anies menuturkan akan selalu berupaya memeberikan inovasi dengan adanya moda transportasi yang lebih efisein dan mutakhir untuk menunjang cita-cita tersebut.
Selain daripada itu, perlu kamu tahu juga, berdasarkan data dari Tomtom Traffic Index bahwa pada tahun 2017 kemarin, Kota DKI Jakarta merupakan kota paling macet nomor 4 di dunia. Tak heran bila sang Gubernur Anis Baswedan berupaya membuat Jakarta tehilang dari stigma kota termacet di Indonesia. 

Bukan karena apa-apa, namun faktanya dampak kemacetan ternyata mengkaibatkan kerugian materi yang sangat tinggi. Tak tanggung-tanggung, Presiden Joko Widodo pernah menyampaikan sesuai data analisa dari Kementerian PPN/Bappenas, bahwa dampak kemacetan di DKI Jakarta membawa dampak kerugian mencapai Rp 65 triliun per tahun. Wow, fantastis.

Loading...
Uang Rp.65 Triliun bisa kita gunakan untuk dana pendidikan lur, hehe. Artinya uang yang begitu besar.
Fantastisnya lagi, ternyata angka yang disampaikan Pak Jokowi berbeda dengan apa yang dituturkan Gubernur Anis Baswedan. Berdasarkan laporan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kerugian yang diakibatkan kemacetan lebih besar dari angka di atas, yaitu mencapai Rp 100 triliun.

Wah, tinggi banget lur…

Untuk itu semua, beberapa moda yang sudah ditempuh pemerintah DKI Jakarta untuk mengatasi kemacetan adalah dengan rencana modifikasi stasiun pada Maret 2020. Di bulan tersebut rencananya akan ada empat stasiun yang dimodifikasi, yakni tasiun Senen, Juanda, Tanah Abang, dan Sudirman akan menjadi stasiun terintegrasi.

Advertisements
Loading...

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *