Ceriwit

Media Informasi Fenomena Sains Sehari-hari yang Jarang Kita Ketahui, SEO Blog, dan Template Blogger

Permen Karet Tertelan. Ini yang Harus Dilakukan!

Advertisements
Loading...

Apa yang akan terjadi jika Anda kebanyakan minum air putih? Apa yang akan terjadi jika kaki Anda tertusuk paku berkarat? Apa yang akan terjadi jika Anda menelan permen karet? Atau, apa yang akan terjadi jika gravitasi bumi hilang dalam 60 detik? Dan masih ada beberapa pertanyaan lain yang tentunya membuat aku terjaga saat perjalan pulang ini.

Entah kenapa beberapa fenomena-fenomena tersebut sepertinya laik aku tulis dalam blog ini. Yah, mamanya saja Ceriwit, ya mencoba untuk produktif bersua kata lewat tulisan, hehe.

Beberapa waktu lalu sudah saya jelaskan, bahwa keberadaan gravitasi bumi memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia, termasuk sumbangsih ilmu aerodinamika penerbangan yang endingnya membuat SOP lalu lintas udara menjadi aman, termasuk alasan kenapa pilot membuang bahan bakar saat mendarat.

Nah, dalam kesempatan ini akan coba saya bahas beberapa pertanyaan di atas. Namun, apabila masih ada beberapa pertanyaan menggelitik bagi Anda sehingga merasa perlu dibahas, silakan cantumkan saja di kolom komentar…

Kejadian Sehari-hari yang Terlupakan

#1. Apa yang Akan Terjadi Jika Anda terlalu Banyak Minum Air Putih

Ternyata oh ternyata, keracun air itu nyata adanya, dan ini adalah masalah yang sangat serius. Ginjal, sebagai salah satu organ tubuh yang sangat penting, ternyata hanya mampu memproses filterisasi cairan tubuh berkisar 27 sampai 33 ons air dalam waktu satu jam.

Bahayanya, jika kita mengkonsumsi air dalam jumlah yang sangat banyak (melebihi ambang batas normal), maka yang terjadi adalah pembengkakan di seluruh tubuh, termasuk otak. Itulah sebabnya, kita diajarkan oleh Rasulullah untuk berusaha menggunakan segala sesuatu sesuai batas kewajaran, tidak isyrof alias berlebihan. Karena memang berlebih-lebihan dalam beberapa hal itu tidak baik.

Sering kali, kita dengar bahwa anjuran minum air sebanyak 2 liter per hari digaungkan di TV. Apakah itu benar? iya, benar adanya. Hitungan tersebut adalah dalam satuan volume, bukan dalam satuan besaran pokok massa seperti yang jelaskan di atas.

Coba kita hitung saja. Kalau dalam satu jam ginjal hanya mampu memproses filterisasi cairan sebanyak 27-33 ons (setara dengan kurang lebih 3 kg), dan 1 kg adalah 10 ons, maka dalam waktu 24 jam banyak cairan yang diproses ginjal adalah 72 kg; wow, bukan jumlah yang sedikit.

Hitung-hitung yanh saya tuliskan tersebut hanya hitungan angka semata, dan lebih validnya hanya Tuhan yang Maha Mengetahui. Namun, sisi hikmah yang kita dapatkan adalah, kita wajib berusaha untuk menggunakan sesuatu dengan wajar, tidak berlebih-lebihan.

#2. Apa yang Akan Terjadi Anda Menelan Permen Karet

Saat kecil, kita kerap kali mendapat “semprotan” kemarahan ibu setelah ketahuan membeli permen karet. Bukan apa-apa, namun karena (saya dulu) sering menelan permen karet yang saya makan. Mulai dari omelan dan teguran, sampai mengingatkan untuk tidak menelan oermen karet tersebut.

Loading...

Dal beberapa obrolan dengan teman kecil sebaya kala itu, banyak pula yang bilang bahwa permen karet yang saya telan akan menetap di perut salam 7 tahun dan tidak bisa keluar dengan sendirinya.

Saat kecil, apakah Anda mengalami hal sama seperti cerita pengalaman di atas?

Berdasarkan informasi yang saya ketahui, bahan permen karet saat ini adalah dari polimer alami atau sintesis. Contoh bahan barang yang kerap kali kita lihat dan terbuat dari bahan karet alami/sintesis adalah karet butil.

Kita tahu, bahwa proses pencernaan makanan pertama kali terjadi di mulut. Ada dua proses pencernaan umum yang terjadi di mulut, yakni pencernaan mekanik dan kimiawi. Bahasa sederhananya, di mulut permen karet akan dikunyah oleh gigi dengan dibantu lidah untuk membolak-balik kan permen karet. peristiwa ini dinamakan pencernaan mekanik.

Apakah itu saja? Tidak. Air liur akan membantu proses mekanik peminatan permen karet dengan menggunakan enzim tertentu. Nah, proses yang terakhir inilah yang dinamakan proses kimiawi.

Setelah kedua proses tersebut dilakukan dengan baik, maka jika dirasa rasa manis dalam permen karet sudah hilang, lazimnya adalah dibuang setelah dikunyah, “ditiup menjadi balon karet”, dan perihal kebiasaan lain saat makan permen karet. Jika disengaja/tertelan sendiri, maka permen karet tersebut akan masuk ke dalam lambung. Nah proses pencernaan makanan akan dilanjutkan kembali.

Lambung merupakan sebuah wadah elastis yang berguna untuk mengolah makanan setelah makanan diproses perubahan ukuran menjadi lembut oleh mulut. Semakin lembut ukuran makanannya, semakin bagus untuk kesehatan lambung; begitu pula sebaliknya. Maka, dalam setiap kesempatan, kita disarankan untuk mengunyah makanan sebanyak mungkin sampai makanan yang kita kunyah benar-benar lembut. Termasuk juga, kita dianjurkan untuk minum sambil duduk (walau minum tidak ada kaitannya dengan mengunyah lo ya).

Apabila permen karet tertelan, maka air liur dan enzim-enzim yang terdapat di dalam lambung akan dapat menguraikannya. Tetapi, otot-otot organ pencernaan akan membawa permen karet tersebut sampai sistem ekskresi terakhir melalui anus/dubur selama satu atau dua hari secara normal.

Saya kira demikian dulu penjelasan singkat dua pertanyaan ini. Bukan karena apa_apa, namun karena situasi perjalan pulang “nitih bus”. Lain kali akan saya coba bahas beberapa pertanyaan lainnya. Semoga bermanfaat, salam.

Advertisements
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: